Walaupun demikian kebijakan keberlanjutan menjadi sangat penting, terlebih saat ini dunia mash dihadapkan pada ketidakpastian, kompleksitas, dan ambigu. Sebab itu kata Datuk Mohamad Helmy, dunia membutuhkan lebih banyak minyak sawit berkelanjutan, bukannya lebih sedikit.
“Kita tahu bahwa minyak sawit mempunyai kriteria keberlanjutan yang paling ketat dalam standarnya. Di sektor minyak atau minyak nabati, tidak ada sektor yang dianggap paling menonjol,” Katanya.
Sebab itu tutur Datuk Mohamad Helmy, pihaknya terus melakukan praktik berkelanjutan untuk memperkuat komitmen tersebut. “Sehingga bisa menjadi lebih tangguh, serta benar-benar tangguh sehingga memungkinkan kita untuk aksi 20 tahun ke depan, bahkan untuk 30 sampai 40 tahun,” katanya.
BACA JUGA: Perusahaan Sawit Asal Indonesia Dominasi Penghargaan Excellence Awards RSPO
Diungkapkan Sekjen Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC), Rizal Affandi Lukman, industri kelapa sawit adalah industri minyak nabati terbesar di dunia yang sedang bertransformasi menuju industri yang menggunakan mekanisasi berbasi teknologi, namun sayangnya saat ini sedang menghadapi bagian yang sulit, walaupun RSPO adalah standar berkelanjutan yang paling transparan.
Namun kata Rizal, industri kelapa sawit telah memiliki standar berkelanjutan yang paling ketat, misalnya ada RSPO, lantas Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) lantas ada pula Malaysian Sustainable Palm Oil (MSPO).
Setiap sertifikasi berkelanjutan itu, kata Rizal, memiliki prinsip dan kriteria seperti misalnya, ISPO terdapat 7 Prinsip, 30 Kriteria dan 174 Indikator, demikian pula stadar MSPO memiliki 5 Prinsip, 28 Kriteria dan 88 Indikator.
BACA JUGA: Dua Dekade RSPO, Total CSPO 15,4 Juta Ton di Dunia Lanjut Untuk Kemitraan 20 Tahun Mendatang
“Standar minyak sawit menjadi standar berkelanjutan yang paling kuat, dan telah membuat kelapa sawit menjadi lebih tangguh layaknya seorang atlet, yang kerap ditempa dengan berbagai latihan dan begitu banyak kompetisi sehingga siap menghadapi permainan apa pun yang akan datang,” katanya.
