IPOSC: Petani Sawit Didorong Optimalkan Hasil, Ditengah Tantangan yang Masih Muncul

oleh -4.186 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Wakil Gubernur Jambi, Abdullah Sani (kanan) menerima cinderamata dari Ketua Pembina POPSI, Gamal Nasir (kedua dari kanan), di acara IPOSC ke 3 di Jambi.

InfoSAWIT, JAMBI – Ketua Umum Persatuan Organisasi Petani Sawit Indonesia (POPSI), Pahala Sibuea menggarisbawahi, urgensi pengoptimalan pendapatan petani kelapa sawit di tengah tantangan berkelanjutan. Seiring dengan itu, Pahala menyoroti perlunya kerjasama erat antara para pemangku kepentingan kelapa sawit, terutama antara pemerintah dan petani yang masih merasa diabaikan.

Penanganan isu-isu tersebut memerlukan kolaborasi yang kuat dan transparan untuk memastikan keberlanjutan industri kelapa sawit. “Belum lagi kerjasama petani dengan pelaku usaha yang juga menghadapi hal serupa, dan petani menganggap kerjasama itu masih bersifat abu-abu,” ungkap Pahala saat acara Indonesia Palm Oil Smallholder Conference and Expo (IPOSC) ke-3 bertajuk “Optimalisasi Sawit Rakyat Sebagai Penghasil Devisa di Pusaran Tata Kelola Sawit Berkelanjutan”, di hadiri InfoSAWIT, Selasa (28/11/2023) di Jambi.

Lebih lanjut Pahala Sibuea mengungkapkan, acara IPOSC ketiga ini dihadiri oleh sekitar 300 petani sawit dari 10 asosiasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Lampung, Jambi, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

BACA JUGA: Stakeholder Sawit Dukung Sinergisitas untuk Wujudkan Kesejahteraan Petani

“Acara ini adalah langkah penting dalam menghadirkan platform bagi petani untuk saling berbagi pengalaman, pengetahuan, dan mencari solusi bersama dalam menghadapi dinamika industri kelapa sawit,” ujar Pahala.

Ketua Pembina POPSI, Gamal Nasir, mengungkapkan bahwa isu rendahnya produktivitas masih menjadi tantangan utama yang dihadapi oleh petani kelapa sawit hingga saat ini. Oleh karena itu, fokus pengembangan sektor hulu perkebunan kelapa sawit dianggap sebagai kunci untuk mengatasi permasalahan tersebut. “Kunci untuk meningkatkan pendapatan petani adalah dengan meningkatkan produktivitas,” kata Gamal.

Dimana dengan adanya peningkatan produktivitas akan secara langsung berdampak pada kesejahteraan petani. Sebagai langkah lebih lanjut, Gamal Nasir mendorong petani untuk memiliki saham di pabrik kelapa sawit. “Jadi dengan adanya saham petani di pabrik kelapa sawit maka akan mampu pula meningkatkan pendapatan petani,” tambahnya.

BACA JUGA: Seruyan Kian Mantap Menuju Sertifikasi Yurisdiksi Berkelanjutan

Walaupun tidak diwajibkan membangun pabrik sendiri, memiliki saham akan memberikan petani kelapa sawit akses lebih besar terhadap keuntungan dari industri tempat hasil panennya diolah.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com