IPOSC: Petani Sawit Didorong Fokus Tingkatkan Produktivitas

oleh -4.291 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Dewan Pembina Persatuan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI), Gamal Nasir.

InfoSAWIT, JAMBI – Diungkapkan oleh Ketua Dewan Pembina Persatuan Organisasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (POPSI), Gamal Nasir bahwa sinergisitas itu penting untuk memajukan petani kelapa sawit yang luasannya tidaklah kecil.

Terbukti, saat ini dari luas perkebunan kelapa sawit yang saat ini mencapai sekitar 16,3 juta ha, luas perkebunan milik petani mencapai sekitar 6,1 juta ha yang terdiri dari petani plasma atau kemitraan dan swadaya atau mandiri. Dari angka tersebut bisa menggerakkan ekonomi nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Tahun 2021 merupakan tahun dimana ekspor minyak kelapa sawit (CPO atau crude palm oil dan turunannya) mengalami kenaikan paling tinggi selama kurun waktu 5 tahun terakhir yaitu sebesar US$ 27,6 miliar dengan pertumbuhan sebesar 58,79 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Maka dalam hal ini petani ikut berkontribusi terhadap pendapatan negara,” jelas Gamal, di acara Indonesia Palm Oil Smallholder Conference and Expo (IPOSC) ke-3 dengan tema “Optimalisasi Sawit Rakyat Sebagai Penghasil Devisa di Pusaran Tata Kelola Sawit Berkelanjutan”, di hadiri InfoSAWIT, Selasa (28/11/2023) di Jambi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 29 November- 5 Desember 2023 Naik Tipis

Disisi lain, Gamal pun berharap petani bisa fokus pada peningkatan produktivitas TBS (tandan buah segar), sehingga dengan meningkatnya pendapatan bisa mempunyai saham di perusahaan atau pabrik kelapa sawit (PKS). Hal ini penting agar petani merasa memiliki perusahaan sehingga petani bisa termotivasi untuk bisa menjaga pasokan sesuai keinginan perusahaan. “Sebab petani untuk mendirikan pabrik sangatlah berat,” risau Gamal.

Tidak hanya itu dengan kemitraan yang kuat antara perusahaan dengan petani maka bisa meningkatkan produktivitas petani. Seperti diketahui bahwa pola budidaya yang diterapkan antara perusahaan dengan petani berbeda, alhasil produktivitasnya pun berbbeda.

“Coba kita lihat produktivitas petani rata-rata hanya 10 ton TBS/ha/tahun. Tapi perusahaan bisa menembus antara 18 sampai 20 ton tbs/ha/tahun. Dengan kemitraan yang kuat maka bisa meningkatkan produktivitas yang berujung kepada peningkatan kesejahteraan petani,” jelas Gamal.

BACA JUGA: Stakeholder Sawit Dukung Sinergisitas untuk Wujudkan Kesejahteraan Petani

Sementara itu, Ketua POPSI, Pahala Sibuea pun membenarkan bahwa dengan meningkatkan produktivitas sama dengan meningkatkan ekonomi petani. Untuk itulah diperlukan dukungan serta kerjasama yang baik antara petani dengan perusahaan melalui kemitraan yang didukung oleh pemerintah. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com