Kendati Produksi Minyak Sawit Indonesia Naik, Ekspor Diprediksi Melorot 4 Persen di 2024

oleh -7.761 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Kegiatan Ekspor CPO di Pelabuhan.

InfoSAWIT, KARACHI – Pada konferensi Pakistan Edible Oil yang berlangsung di Karachi pada 14 Januari 2023, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono, mengungkapkan proyeksi yang menarik perhatian dunia terkait produksi kelapa sawit Indonesia. Menurutnya, stagnansi produksi ini berpotensi mengoreksi kinerja ekspor komoditas strategis nasional hingga lebih dari 4% pada tahun 2024.

Eddy Martono mencatat bahwa peningkatan produksi kelapa sawit diproyeksikan tidak akan melebihi 5%, dan ketika program mandatori B35 diperpanjang, kebutuhan domestik Indonesia dapat mencapai 25 juta ton.

Akibatnya, ekspor kelapa sawit diproyeksikan mengalami penurunan sekitar 4.13%, menjadi sekitar 29 juta ton. Implikasi ini memiliki dampak signifikan terutama dalam konteks perekonomian Indonesia yang sangat bergantung pada ekspor kelapa sawit.

BACA JUGA: Mahasiswa Perkebunan Sekolah Vokasi IPB University Lakukan Bintalfisdis di Denpom Divisi 1 Kostrad

Sementara Ketua Bidang Luar Negeri GAPKI, Fadhil Hasan turut memberikan wawasan yang menarik terkait situasi ini. Selain program mandatori biodiesel, konsumsi juga mengalami peningkatan pada produk oleochemical. Penurunan ekspor kelapa sawit sendiri sudah terjadi sejak tahun 2020, dengan China, India, Uni Eropa, Pakistan, dan Amerika Serikat sebagai tujuan ekspor utama. Oleochemical menjadi salah satu fokus peningkatan konsumsi, menandakan pergeseran tren dalam industri ini.

Adanya penurunan produksi kelapa sawit Indonesia sejak tahun 2005 menjadi sorotan serius. Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Senin (15/1/2024), Fadhil Hasan mencatat bahwa penurunan mencapai 10% pada periode 2005-2010, 7,4% pada 2010-2015, 3,2% pada 2015-2020, dan stagnan setelahnya. Dinamika produksi yang menurun ini menciptakan ketidakseimbangan antara permintaan yang terus meningkat dan pasokan yang terbatas.

Lantas Thomas Mielke, dari Oil World memberikan perspektif mendalam mengenai dampak penurunan produksi kelapa sawit terhadap pasar global. Meskipun industri kelapa sawit Indonesia diharapkan tetap mendominasi pasar minyak nabati global pada tahun 2024 dengan 32% produksi minyak nabati dan 53% ekspor, penurunan produksi memberikan dampak signifikan di tengah meningkatnya konsumsi dunia.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun Tipis Pada Senin (15/1) 

Mielke menyoroti bahwa peningkatan produksi kelapa sawit hanya sekitar 1,7 juta ton per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan peningkatan rata-rata selama sepuluh tahun terakhir sejak 2020, yang mencapai 2,9 juta ton. Faktor penyebab penurunan produksi utamanya adalah turunnya produksi kelapa sawit Indonesia sebagai negara produsen dan eksportir terbesar. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com