Ganjar-Mahfud Janji Bakal Bereskan Masalah Kepastian Lahan Sawit dan Koordinasi Antar Kementerian

oleh -3.127 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/Ilustrasi lanskap Perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam upaya mencapai pertumbuhan ekonomi yang diinginkan sebesar 7%, Indonesia perlu memperhatikan sektor agro sebagai salah satu pilar utama. Salah satu sektor unggulan yang menjadi fokus perhatian adalah industri perkebunan sawit. Namun, di balik potensinya, terdapat sejumlah tantangan kompleks yang perlu diatasi agar Indonesia dapat memimpin dalam industri minyak nabati dunia.

Diungkapkan Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Ganjar-Mahfud, Danang Girindrawardana, salah satu masalah yang paling mendalam dan memerlukan penanganan serius adalah kepastian lahan. Industri sawit selalu dihadapkan pada tantangan perihal izin dan kepastian hak atas lahan. Kepastian ini menjadi krusial untuk keberlanjutan operasional perkebunan sawit. Masalah ini terkait erat dengan regulasi kawasan hutan, yang sering kali menimbulkan kebingungan dan ketidakpastian di kalangan pelaku industri.

Tantangan kedua terletak pada koordinasi antara kementerian dan lembaga terkait yang memiliki kepentingan berbeda-beda terhadap industri sawit. Koordinasi antar Kementerian Kehutanan, Perdagangan, Perindustrian, dan Ketenagakerjaan belum sepenuhnya optimal. “Profesor Mahfud, Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan, menjadi salah satu tokoh yang terus berusaha menyelesaikan konflik dan meningkatkan sinergi di antara mereka,” kata Danang.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I-Januari 2024 Naik Rp 42,85/Kg Cek Harganya..

Dalam konteks ini, Kementerian Perekonomian juga memiliki peran penting sebagai koordinator di dalam kabinet. Namun, kompleksitas industri sawit membutuhkan pendekatan yang lebih terintegrasi untuk menangani konflik kebijakan dan kepentingan yang ada.

Meskipun begitu, tutur Danang, dominasi Indonesia dalam industri minyak nabati sedang terancam. Indonesia saat ini adalah dominator di industri minyak nabati dunia, tetapi peringkat ini dapat tergerus jika tidak ada perhatian yang memadai terhadap industri sawit. Malaysia, sebagai pesaing terdekat, telah berhasil mendekati posisi Indonesia.

“Masalah ini bukan sekadar hura-hura yang dapat diselesaikan dengan pendekatan yang sederhana. Ini melibatkan lebih dari 2 juta tenaga kerja langsung dan tidak langsung di industri sawit. Jika tidak ada solusi yang serius, Indonesia berisiko kehilangan dominasinya dalam industri minyak nabati dunia,” katanya dalam Bincang Kompas yang di pantau InfoSAWIT, Jumat (19/1/2024).

BACA JUGA: Berikut Kronologis KLHK Tetapkan Penetapan 3,7 Hektar Kebun Sawit dalam Kawasan Hutan

Lebih lanjut tutur Danang, masalah kepastian lahan di kebun sawit menjadi salah satu fokus utama. Program PSR replanting dan upaya reformasi birokrasi di Kementerian Pertanian menjadi langkah awal dalam menyelesaikan masalah ini. Namun, masih diperlukan lebih banyak langkah konkrit untuk memastikan keberlanjutan industri sawit.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com