Antisipasi Serangan Ganoderma Di Perkebunan Sawit, Pemerintah Pantau Via SIPERDA OPT

oleh -7.747 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Antisipasi Serangan Ganoderma Di Perkebunan Sawit, Pemerintah Pantau Via SIPERDA OPT.

InfoSAWIT, BANDUNG – Pertumbuhan dan perkembangan industri kelapa sawit masih menjadi tumpuan utama dalam menjaga stabilitas perekonomian nasional. Pada tahun 2022, ekspor minyak kelapa sawit menyumbang sekitar USD34,94 miliar atau sekitar Rp600 triliun, mendominasi sektor pertanian ekspor Indonesia. Meskipun potensinya besar, tantangan serius muncul dalam bentuk penyakit pangkal batang yang disebabkan oleh Ganoderma, yang dapat mempengaruhi produksi dan produktivitas kelapa sawit.

Simposium Internasional Ganoderma yang diadakan di Bandung membuka wawasan tentang masalah ini. Menurut Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah, sekitar 46.767 hektar perkebunan rakyat terkena Ganoderma, terutama di Sumatera yang sudah masuk generasi kelima. Penyebaran penyakit ini melibatkan 12 provinsi di Indonesia, menciptakan tantangan serius bagi industri kelapa sawit.

Pemerintah telah merespons dengan melakukan pemantauan dan pelaporan Ganoderma di seluruh provinsi menggunakan aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Rekap Data (SIPERDA OPT). Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Ardi Praptono, menyampaikan bahwa aplikasi Sistem Informasi Kesehatan Tanaman (SINTA) juga digunakan untuk mengendalikan OPT.

BACA JUGA: ILO Perluas Program Sawit: JAGA SAWITAN Sebagai Tonggak Sejarah Kerjasama Bipartit

Meskipun demikian, tantangan utama tetap ada. Ganoderma mengancam keberlanjutan industri kelapa sawit di Indonesia. Eddy Martono, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menyebutkan, bahwa industri ini bukan hanya menghasilkan devisa besar tetapi juga menciptakan lapangan kerja untuk 16,2 juta orang secara langsung maupun tidak langsung.

Dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (30/1/2024), penyakit Ganoderma dapat menyebabkan penyakit busuk pangkal batang, mengancam produktivitas dan keberlanjutan kelapa sawit. Serangan ini terjadi di perusahaan dan perkebunan rakyat, seringkali terdeteksi terlambat sehingga menyebabkan kerugian besar.

Upaya mitigasi seperti sanitasi, deteksi dini, dan rekayasa tanaman tahan Ganoderma belum memberikan hasil memuaskan. Serangan ini terjadi di berbagai provinsi dengan kendala pengendalian yang spesifik lokasi. Hal ini dapat menyebabkan penurunan populasi tanaman dan menurunkan produksi serta produktivitas minyak kelapa sawit.

BACA JUGA: Minyak Sawit Berkelanjutan Didongkrak Lebih Tinggi, Keanggotaan RSPO Asal Indonesia Naik 19 Persen

Dalam konteks ini, Simposium Internasional Ganoderma diharapkan dapat menjadi forum untuk membahas solusi konkret. Eddy Martono menyambut baik inisiatif tersebut, berharap pertemuan pakar dan praktisi perusahaan perkebunan dapat menemukan jalan keluar untuk mengatasi Ganoderma.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com