Mendorong Inovasi Berbasis Alam: LTKL Menuju Pasar Global

oleh -3.498 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/Ilustrasi lanskap Perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dengan mandatnya yang akan berakhir pada tahun 2030, telah mengambil langkah penting dalam mendorong inovasi berbasis alam dan memperluas potensi bagi pelaku usaha hijau di tingkat lokal untuk menembus pasar global. Tahun 2023 menjadi momentum penting dengan diluncurkannya sejumlah program inisiatif yang bertujuan untuk menggalang kerjasama antara pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan dalam mempersiapkan portofolio investasi serta memanfaatkan peluang berdasarkan kebutuhan nyata di lapangan.

Salah satu inisiatif yang mencuat adalah program Masterclass Investasi Lestari, sebuah program pelatihan bertahap yang didasarkan pada kolaborasi untuk mendukung pemerintah kabupaten dan pemangku kepentingan di 9 kabupaten anggota. Program ini bertujuan untuk mempersiapkan portofolio investasi yang berfokus pada kebutuhan nyata di lapangan.

Di dalam ekosistem kabupaten mitra LTKL, terdapat setidaknya 21 komoditas berbasis inovasi alam. Contohnya, PT Alam Siak Lestari dan PT Semesta Sintang Lestari telah memperkenalkan portofolio ‘HEAL Fisheries’, yang menghasilkan ekstrak albumin dari budidaya ikan gabus dan toman di lahan gambut di Kabupaten Siak dan Sintang.

BACA JUGA: Gegara Perusahaan Sawit Tak Respon Surat KPU, 19 Ribu Pekerja Sawit Terancam Tak Ikut Pemilu

Produk ini merupakan gabungan antara teknologi pangan modern dengan praktik tradisional masyarakat yang terhubung dengan industri farmasi. Diperkirakan, nilai pasar global untuk produk ekstrak albumin ini mencapai US$ 4,25 miliar pada tahun 2021 dan diharapkan akan tumbuh hingga US$ 9,6 miliar pada tahun 2028.

Selain itu, Gampiri Interaksi Lestari di Kabupaten Sigi menjalankan program inkubasi untuk pelaku usaha lokal dalam penanaman komoditas berbasis agroforestri dan pertanian regeneratif, seperti kakao, kopi, vanila, dan daun kelor. Di barat daya Nusantara, Pusat Unggulan Pertanian Lestari (PUPL) di Kabupaten Aceh Tamiang memberikan pendampingan kepada petani kelapa sawit dalam menghasilkan minyak atsiri dari nilam.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang juga meluncurkan program pengembangan ekonomi lestari dengan kesepakatan Produksi, Proteksi, dan Inklusi (PPI) multipihak. Ini mencakup komitmen untuk meningkatkan perlindungan dan penghijauan kawasan hutan, fungsi pengawasan, kesejahteraan petani, dan perlindungan Kawasan Ekosistem Leuser seluas 30.000 hektar.

BACA JUGA: Pemprov Kalimantan Timur Koordinasikan Rencana Penggunaan DBH Sawit

Secara keseluruhan, potensi nilai pasar global dari portofolio ini mencapai lebih dari US$ 223 miliar atau setara dengan Rp 330 triliun. Melalui berbagai program inkubasi, telah lahir 67 entitas bisnis lestari di Kabupaten LTKL, seperti PT Alam Siak Lestari yang melindungi 76.744 hektar lahan gambut di 3 desa di Kabupaten Siak.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com