Tercatat selain di Siak, Wilmar juga menjalankan program serupa di beberapa provinsi lainnya, seperti di Propinsi Jambi, Propinsi Sumatera Utara, dan Propinsi Kalimantan Barat. Dari keseluruhan program tersebut, Wilmar telah bermitra dan mendampingi 14 kelompok petani swadaya, dengan total petani mencapai 5.760 orang, dan luas area 12.584 ha. Secara keseluruhan, terdapat 9 kelompok petani swadaya yang telah berhasil mendapatkan sertifikat ISPO, yang mencakup 8.992 ha kebun dari 3.707 petani swadaya.
Kesuksesan Wilmar dalam membangun kemitraan dan mendampingi petani swadaya menuju pertanian berkelanjutan memberikan contoh yang baik bagi peran sektor swasta dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.
Lantas, dalam upaya mencapai tujuan Siak Hijau, KPSSH dan Sekretariat Siak Hijau mengajak para pemangku kepentingan untuk berkontribusi lebih aktif. Melalui workshop dan kegiatan lainnya, mereka berupaya meningkatkan pemahaman akan pentingnya industri kelapa sawit yang berkelanjutan dan pencapaian sertifikasi ISPO. Kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan visi lanskap Siak yang hijau dan berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 22-28 Maret 2024 Naik Rp 72,78/Kg, Cek Harganya..
Kegiatan tersebut dikelola oleh EcoNusantara bekerjasama dengan KPSSH dan didukung oleh Wilmar. Kegiatan ini akan diikuti oleh para pihak yang terlibat dalam pelaksanaan kegiatan Siak Hijau – terutama yang berhubungan dengan pembangunan kelapa sawit berkelanjutan. Sebagai narasumber, Prof. Sudarsono dari Institut Pertanian Bogor akan menyampaikan mengenai perekonomian rakyat yang berkelanjutan. Selain itu, terdapat juga narasumber Dr. Rismansyah dari Forum Pengembangan Perkebunan Strategis Berkelanjutan (FP2SB) yang menyampaikan proses Sertifikasi ISPO untuk para petani swadaya. Narasumber lain adalah dari PT PERSI dan koperasi swadaya masyarakat mitra dari Wilmar, yang berbagi pengalaman dalam mencapai Sertifikasi ISPO. (T2)
