Menilai Kematangan TBS Sawit Melalui Foto Berbasis Artificial Intelligence (AI), Akurasi Dekati Sempurna

oleh -26056 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menilai kematangan buah sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Sebuah inovasi terbaru dalam industri kelapa sawit menghadirkan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang mampu mendeteksi tingkat kematangan tandan buah segar (TBS) sawit serta menghitung jumlah TBS di Tempat Pengumpulan Hasil (TPH) secara otomatis.

Dikutip InfoSAWIT dari laman Linkedin, Prasetyo Mimboro, Plant Investment, Replanting and GIS, PT. Perkebunan Nusantara IV (Persero), mencatat selain itu, setiap foto atau dokumentasi lapangan yang dilakukan ter-geotagging, yaitu memiliki informasi lokasi atau koordinat. Teknologi ini membawa berbagai manfaat signifikan, antara lain, adanya peningkatan efisiensi panen menggunakan teknologi AI, deteksi kematangan buah kelapa sawit dapat dilakukan secara otomatis dan cepat. Hal ini mengurangi ketergantungan pada tenaga manusia dan mempercepat proses panen, sehingga petani dapat mengidentifikasi tandan yang siap dipanen dengan lebih efisien.


Lantas catat Prasetyo, akurasi tinggi sistem AI mampu mengklasifikasikan buah kelapa sawit berdasarkan tingkat kematangannya dengan akurasi tinggi. Ini membantu mengurangi kesalahan dalam penentuan waktu panen dan memastikan bahwa hanya buah yang matang yang dipanen.

BACA JUGA: Warga Desa Air Nyatoh Tolak Perjanjian Kebun Sawit dengan Pengusaha

“Optimalisasi produksi dengan memahami kapan buah kelapa sawit mencapai kematangan optimal, manajemen perkebunan dapat merencanakan panen dengan lebih baik. Ini membantu mengoptimalkan produksi minyak kelapa sawit dan mengurangi pemborosan sumber daya,” katanya.

Penggunaan teknologi ini juga diyakini, bisa mengurangi kerugian, lantaran dengan deteksi dini buah yang busuk atau terlalu matang dapat membantu mengurangi kerugian akibat buah yang tidak layak panen. Manajemen dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk menghindari pembusukan dan memaksimalkan hasil panen.

Pemetaan Lahan yang akurat, sebab geotagging memungkinkan penandaan lokasi geografis pada data, termasuk informasi tentang tanaman dan kondisi lahan. Dengan menggabungkan data geotagging dengan sistem informasi geografis (SIG), manajemen perkebunan dapat memetakan lahan secara lebih akurat. Informasi ini membantu dalam perencanaan penggunaan lahan, pemantauan, dan pengambilan keputusan yang lebih baik.

BACA JUGA: Rasio Ekspor Wajib Pasok Minyak Sawit Domestik Belum Akan Diubah

Pemantauan Real-Time Geotagging memungkinkan pemantauan kondisi lahan dan tanaman secara real-time. Dengan menggunakan sensor dan teknologi pemetaan satelit, manajemen dapat mengakses data aktual tentang pertumbuhan tanaman, kelembaban, dan faktor lingkungan lainnya. Ini membantu dalam mengoptimalkan produksi dan mengurangi kerugian.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com