“Memantau oil losses bukanlah tugas yang mudah, namun merupakan Key Performance Indicator (KPI) bagi para manajer pabrik,” katanya saat acara Diskusi dan Konferensi Pers, acara TPOMI ke 2 bertajuk “Updating Technology Palm Oil Mill Indonesia” di hadiri InfoSAWIT, pada Sabtu (1/5/2024) di Jakarta.
Ungkap Bonar Saragih di pabrik kelapa sawit biasanya menemukan bahwa data rata-rata oil losses tersebut tidak selalu akurat, ini merujuk dari 125 pabrik yang ia pantau, yang mana 35 persen di antaranya adalah pabrik milik perusahaan negara dan sisanya dimiliki oleh swasta.
Hal ini kemudian menimbulkan pertanyaan tentang apakah prosedur pengambilan sampel dan pelaporan yang dilakukan sudah benar atau tidak. Namun demikian hampir semua pabrik memiliki metodenya sendiri, tetapi Bonar Saragih mengingatkan bahwa keberadaan Miko dapat menjadi risiko jika kadar oil contentnya melebihi 1 persen. (T2)
