InfoSAWIT, JAKARTA – Pertama adalah Calofic atau Cai Lan Nabati Oil Company Limited (CALOFIC), merupakan perusahaan patungan antara Perusahaan Industri Minyak Nabati Vietnam (VOCARIMEX) milik Kementerian Perindustrian dan Perdagangan, dengan Wilmar Group yang berbasis di Singapura.
Merujuk catatan Vietnam Briefing, usaha patungan ini dimulai pada tahun 1996 dengan investasi awal sebesar US$22 juta, yang kemudian diperluas menjadi US$261 juta. Perusahaan ini menguasai 47,7 persen pasar pada tahun 2019. Perusahaan ini memproduksi dan mengolah minyak nabati di Vietnam sebagian besar dari sumber daya mentah dalam negeri.
Lantas, Vocarimex, atau Perusahaan Industri Minyak Nabati Vietnam (VOCARIMEX) merupakan pemimpin pasar di sektor minyak nabati Vietnam. Korporasi saat ini telah menciptakan lebih dari 50 lini produk minyak goreng, dengan lebih dari 90 persen bahan baku Vocarimex diimpor (kebanyakan minyak sawit dan kedelai).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sulawesi Barat Periode Agustus 2024 Ditetapkan Tertinggi Rp. 2.595,83/kg
Vocarimex saat ini memproduksi lebih dari 81% total produksi minyak sulingan dalam negeri, menguasai lebih dari 85 persen pasar minyak nabati dalam negeri.
Kemudian minyak Nabati Tuong An, Perusahaan ini didirikan pada tahun 1977 dan kini menguasai sekitar 20 persen pasar minyak goreng Vietnam. Minyak Nabati Tuong An saat ini merupakan entitas terkemuka dalam pembuatan dan penjualan minyak dan lemak nabati.
BACA JUGA: RSPO Indonesia Gelar Sosialisasi Program IMO untuk Petani Sawit Swadaya di Subulussalam
Pada tahun 2016, KIDO Group menyelesaikan akuisisi 65 persen saham Tuong An. Sejak itu, Tuong An memisahkan komponen-komponennya menjadi dua kategori: bahan baku yang 100 persen diimpor seperti minyak sawit, stearin sawit, dan minyak kedelai (minyak mentah), dan bahan-bahan yang diproduksi secara lokal seperti minyak kacang tanah, dan minyak kelapa. (T2)
