Menakar Peran Teknologi Pertanian Cerdas dalam Mendorong Keberlanjutan Industri Sawit

oleh -2.917 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi mekanisasi pemupukan di Perkebunan Sawit.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Industri kelapa sawit, yang menjadi tulang punggung ekonomi global, saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan serius. Selain menjadi penyedia bahan baku bagi berbagai sektor, industri ini harus menghadapi isu-isu lingkungan seperti deforestasi, kebakaran hutan, dan pencemaran air yang semakin menekan keberlanjutan dan reputasinya. Tantangan lain, seperti penurunan produktivitas dan kampanye negatif, turut memperkeruh situasi ini.

Isu-isu ini mengemuka dalam Seminar Sawit bertajuk “Peran Teknologi Pertanian Cerdas dalam Mendukung Masa Depan Industri Sawit yang Berkelanjutan” yang diadakan pada Selasa di Auditorium Kamarijani-Soenjoto, Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UGM. Seminar ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Dies Natalis FTP UGM ke-61.

Dalam seminar tersebut, Chandra Setyawan, dosen FTP UGM, menegaskan bahwa Indonesia masih memegang posisi sebagai produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan kontribusi mencapai 50% dari total produksi global. “Namun, berbagai tantangan yang dihadapi memerlukan solusi yang tidak hanya fokus pada peningkatan produktivitas, tetapi juga harus memperhatikan aspek keberlanjutan, baik dari sisi lingkungan, ekonomi, maupun kesejahteraan sosial,” ujar Chandra, sebagaimana dikutip InfoSAWIT, dari laman resmi UGM ditulis Kamis (15/8/2024).

BACA JUGA: Kebun Sawit Untuk Rakyat 20 Persen Didesak Untuk Diterapkan Guna Urai Konflik Sosial

Sekretaris Direktorat Penelitian UGM, Prof. Diatri Nari Ratih, mengungkapkan bahwa teknologi pertanian cerdas dapat menjadi solusi potensial untuk mengatasi berbagai masalah di industri sawit. Teknologi ini, yang mengintegrasikan sistem informasi dan komunikasi dengan pertanian, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tanaman, mengoptimalkan pengelolaan sumber daya, memantau dampak lingkungan, dan menyempurnakan proses budidaya.

“Dengan adopsi teknologi pertanian cerdas, industri sawit dapat memperbaiki efisiensi produksi, mengurangi dampak lingkungan, dan memperkuat posisi sebagai industri yang berkelanjutan dan bertanggung jawab,” jelas Prof. Diatri.

BACA JUGA: Menilai Kematangan TBS Sawit Melalui Foto Berbasis Artificial Intelligence (AI), Akurasi Dekati Sempurna

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara FTP UGM dengan Badan Kejuruan Teknik Pertanian (BKTP), Persatuan Insinyur Indonesia (PII), dan PT Kerry Sawit Indonesia (Wilmar) terkait pelaksanaan Program Profesi Insinyur (PSPPI). Selain itu, FTP UGM juga menandatangani MoU dengan Institut Pertanian STIPER untuk kerja sama pelaksanaan Program Pascasarjana sebagai bagian dari penguatan Tridharma Perguruan Tinggi. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com