Meskipun ada banyak manfaat potensial dari penerapan teknologi Industri 5.0, tantangan yang dihadapi tidak bisa diabaikan. Biaya implementasi teknologi yang tinggi dan kebutuhan tenaga kerja terampil untuk mengoperasikan dan memelihara sistem baru ini adalah beberapa hambatan utama. Selain itu, ada juga kebutuhan untuk memastikan bahwa teknologi yang digunakan ramah lingkungan dan tidak berdampak negatif pada masyarakat sekitar.
Dari sekian banyak perusahaan perkebunan kelapa sawit di Indonesia, PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo, sebuah perusahaan negara, telah mengadopsi teknologi digital dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawitnya.
Kepala Divisi Teknologi Informasi PTPN IV PalmCo, Muhammad Aji Priyatna, mengungkapkan bahwa melalui proyek digitalisasi Palm Oil Digitalization Project atau Digitalization for PalmCo 4.0, perusahaan ini telah menerapkan berbagai inovasi teknologi.
Salah satu inovasi yang diterapkan adalah digital Farming Palm & Rubber, sebuah aplikasi pencatatan hasil produksi kelapa sawit dan karet secara holistik. Selain itu, Mill Indicator Monitoring System, yang merupakan sistem monitoring berbasis Internet of Things (IoT), digunakan untuk memantau suhu, tekanan, pH air, dan sampel laboratorium di pabrik. (T2)
