InfoSAWIT, JAKARTA – Penguatan sumber Daya Manusia (SDM) di sektor kelapa sawit menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit layak lingkungan dan sosial, sekaligus pada saat yang sama mampu mendorong bertumbuhnya ekonomi masyarakat.
Direktur Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek Kelapa Sawit CWE), Nugroho Kristono, menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor kelapa sawit, mengingat bahwa kebun sawit yang dimiliki petani mencapai sekitar 5 juta hektare dari total tutupan lahan sawit seluas 16,3 juta hektare di Indonesia. “Kebutuhan akan SDM yang terampil dan berpengetahuan dalam industri ini sangat besar,” ungkapnya.
Hingga sampai saat ini, Politeknik Kelapa Sawit CWE telah menerima mahasiswa sebanyak 970 orang, di mana 98% di antaranya adalah putra-putri petani dari berbagai daerah, mulai dari Aceh hingga Papua. Sejak didirikan pada 2016, Poltek Kelapa Sawit CWE berkomitmen untuk mendidik generasi penerus petani sawit agar memiliki keterampilan yang diperlukan di industri ini.
BACA JUGA: EUDR dan Pembatasan Ekspansi Sawit
“Program pendidikan ini tidak hanya berfokus pada teori, tetapi juga praktik yang relevan dengan kebutuhan industri,” jelas Nugroho, saat menjadi pembicara pada FGD SAWIT BERKELANJUTAN VOL 16, bertajuk “Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Menumbuhkan Ekonomi Masyarakat Perdesaan”, yang diadakan media InfoSAWIT yang didukung BPDPKS, awal November 2024, di Jakarta.
Ia juga menjelaskan bahwa Politeknik Kelapa Sawit CWE berperan dalam menyiapkan SDM melalui program pelatihan untuk siswa SMK dan guru SMK. “Awalnya, kami bersama tiga kampus lain menjalankan program ini, dan sekarang sudah ada 23 kampus yang menjalankan program SDM sawit,” katanya.
Program ini tidak hanya melibatkan pendidikan formal, tetapi juga pelatihan teknis yang membantu petani untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit. Nugroho menekankan bahwa kerjasama dengan pihak-pihak terkait sangat penting untuk mencapai tujuan ini.
BACA JUGA: Generasi Muda, Pilar Keberlanjutan Industri Kelapa Sawit
Meskipun banyak lulusan Politeknik Kelapa Sawit CWE yang berhasil berkarir di berbagai perusahaan, Nugroho mengungkapkan adanya tantangan dalam penyerapan lulusan. “Banyak yang lulus masih bekerja di luar kebun kelapa sawit dan tidak kembali untuk mengembangkan kebun milik keluarga mereka,” ujarnya.
Dia juga mencatat bahwa masalah ini berkaitan dengan kurangnya perhatian dari pemerintah terhadap pengembangan SDM kelapa sawit. “Kami berharap pemerintah lebih fokus pada isu ini, sehingga lulusan kami dapat berkontribusi lebih besar dalam industri kelapa sawit,” tambahnya.
