Namun, tambahan produksi di Indonesia kemungkinan besar akan terserap oleh perluasan program biodiesel B40, sehingga membatasi pertumbuhan ekspor dari kedua negara.
MPOC juga mencatat penurunan signifikan impor minyak sawit dari Indonesia, yang anjlok 72 persen menjadi 253.000 ton pada 2024. Tren ini diperkirakan akan berlanjut, menjaga stok minyak sawit Malaysia tetap di bawah rata-rata, terutama pada kuartal pertama 2025.
Harga minyak kedelai global tetap stabil antara US$950 hingga US$1.050 per ton sejak Agustus 2024. Harga rendah ini diperkirakan akan meningkatkan permintaan ekspor sementara, sehingga memperkecil kesenjangan harga antara minyak kedelai dan minyak sawit.
BACA JUGA: Mahasiswa Universitas Malikussaleh Jalani Praktik Kerja Lapangan di PTPN IV Kebun Mambang Muda
Selain itu, kebijakan biofuel AS, termasuk potensi tarif pada impor dari Kanada dan Tiongkok, dapat memengaruhi permintaan minyak kedelai dan berdampak tidak langsung pada pasar minyak sawit.
MPOC optimistis permintaan yang kuat dan perkembangan kebijakan global akan terus mendukung stabilitas harga minyak sawit di pasar internasional. (T2)
