Sinar Mas Agribusiness & Food Targetkan Nol Emisi Karbon pada 2050

oleh -4.238 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Anita Neville, Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness & Food.

InfoSAWIT, BALI – Chief Sustainability and Communications Officer Sinar Mas Agribusiness & Food, Anita Neville menegaskan, pentingnya berbagi data terkait jejak karbon produk (product carbon footprint) dan intensitas emisi dengan pelanggan untuk mengurangi emisi karbon pada rantai pasok. Hal ini dianggap sebagai peluang besar bagi perusahaan dan mitra bisnisnya dalam mencapai tujuan keberlanjutan.

“Kami melihat peluang besar dalam berbagi data ini, terutama terkait jejak karbon produk. Dengan pelanggan, kami dapat berinvestasi bersama untuk mengurangi emisi karbon hingga rantai pasok (scope 3), melalui bisnis kami dan rantai pasok kami,” ujar Neville saat berbicara pada acara Internasional Conference on Oil Palm and Environment (ICOPE) ke-7 hari ke 1 di Bali, dihadiri InfoSAWIT, Rabu (12/2/2025).

Neville memaparkan bahwa pada tahun 2022, baseline emisi perusahaan mencapai 29,5 juta ton CO2e. Sebagian besar emisi ini berasal dari aktivitas terkait kelapa sawit, untuk seluruh golongan sektor. Sisanya berasal dari aktivitas diluar aktivitas kelapa sawit, seperti energi, logistik, dan kemasan.

BACA JUGA: Mandatori Biodiesel B40 Akan Diterapkan Maret 2025

“Proporsi terbesar jejak karbon kami berada pada golongan rantai pasok (scope 3), baik untuk terkait sawit maupun diluar aktivitas kelapa sawit. Kami yakin angka ini akan terus berubah seiring dengan upaya kami mengurangi penggunaan nilai default dalam menghitung jejak karbon,” jelasnya.

Sinar Mas Agribusiness & Food telah menetapkan target pengurangan emisi yang ambisius, selaras dengan metodologi Science Based Targets Initiative (SBTi). Meskipun aspirasi perusahaan adalah mencapai nol emisi bersih (net-zero) pada 2050, Neville menekankan pentingnya menetapkan target jangka pendek untuk memastikan kemajuan yang konsisten.

“Kami menargetkan pengurangan emisi terkait sawit sebesar 30% dari baseline 2022 pada 2030, dan pengurangan emisi non aktivitas kelapa sawit sebesar 42% dalam periode yang sama. Target ini juga mempertimbangkan pertumbuhan bisnis kami ke depan,” ungkapnya.

BACA JUGA: Pertamina Patra Niaga Ungkap Dua Tantangan Pada Penerapan Mandatori Biodiesel Sawit

Neville menyatakan bahwa solusi untuk mencapai target tersebut sebenarnya sudah diketahui. “Ini bukanlah ilmu roket. Kami tahu apa yang harus dilakukan. Tantangannya adalah soal keterjangkauan dan pendanaan solusi tersebut, serta bagaimana menerapkannya secara menyeluruh di seluruh rantai pasok,” ujarnya.

Beberapa prioritas strategis yang diusung perusahaan antara lain, perubahan tata kelola lanskap dan penghapusan karbon, dengan mengoptimalkan penggunaan lahan dan meningkatkan penyerapan karbon.

Lantas, penggunaan energi terbarukan dan efisiensi energi melalui peningkatkan penggunaan energi bersih dan mengurangi konsumsi energi. Serta keterlibatan rantai pasok pihak ketiga, dengan mendukung mitra bisnis dalam menerapkan praktik berkelanjutan.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com