Uni Eropa Pastikan Tetap Menjaga Perdagangan Minyak Sawit Saat EUDR Diterapkan

oleh -10.590 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi.

InfoSAWIT, JAKARTA – Di tengah dinamika perdagangan global yang terus berubah, Uni Eropa menegaskan komitmennya untuk mempertahankan hubungan dagang yang stabil dengan Indonesia. Hal ini disampaikan Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Denis Chaibi, dalam pertemuan dengan para pemangku kepentingan di sektor minyak sawit.

Chaibi mengawali komentarnya dengan menegaskan bahwa UE mendengarkan semua aspirasi para mitra dagangnya. Ia menyampaikan bahwa penundaan implementasi regulasi selama satu tahun telah memberikan waktu lebih bagi Indonesia untuk menyesuaikan diri. Namun, ia menekankan pentingnya melihat gambaran besar dalam dinamika perdagangan global yang terus berkembang.

“Indonesia menikmati surplus perdagangan dengan India, Amerika Serikat, Filipina, dan UE. Dengan India, sebagian besar ekspor berupa batu bara dan sedikit minyak sawit. Dengan AS, lebih banyak produk tekstil. Sementara dengan UE, perdagangan jauh lebih beragam,” ujarnya saat acara forum Business Roundtable diselenggerakan Global Alliance on Sustainable Planet (GASP) bersama Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS), dihadiri InfoSAWIT, Selasa (18/2/2025).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis Pada Selasa (18/2), Harga CPO di Bursa Malaysia Melorot

Chaibi menjelaskan bahwa tahun lalu Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 8 miliar euro dengan UE, meskipun tahun sebelumnya mencapai 11 miliar euro. Uni Eropa, katanya, tidak menerapkan tarif tambahan atau kebijakan yang sewenang-wenang terhadap produk Indonesia, termasuk minyak sawit.

Terkait minyak sawit, Chaibi memaparkan bahwa 50% produksi nasional digunakan di dalam negeri, sementara sisanya diekspor. Dari total ekspor itu, hanya 5% yang dikirim ke Uni Eropa. Dari jumlah tersebut, 3 hingga 4% berasal dari perkebunan besar yang telah mendapatkan sertifikat sawit berkelanjutan, menandakan bahwa sebagian besar minyak sawit yang masuk ke Eropa sudah memenuhi standar keberlanjutan yang ditetapkan.

“Kita harus melihat gambaran besar. Regulasi ini muncul karena preferensi konsumen di Uni Eropa. Negara lain pun mulai menerapkan sistem serupa. China mengembangkan sistem sertifikasinya sendiri, dan AS juga bergerak ke arah yang mirip,” kata Chaibi.

BACA JUGA: GASP: Indonesia Berpeluang Menjadi Pemimpin Dalam Praktik Sawit Berkelanjutan

Dalam upayanya untuk memastikan kelancaran perdagangan, Uni Eropa telah mengalokasikan 14 juta euro untuk berbagai proyek sertifikasi di Indonesia, termasuk empat proyek percontohan bagi petani kecil. Salah satu perusahaan Eropa di Indonesia bahkan telah berhasil mensertifikasi 30.000 petani kecil untuk produk selain minyak sawit dengan investasi sebesar 1 juta euro.

Selain itu, Chaibi menekankan bahwa UE telah melakukan berbagai langkah konkret, termasuk menunda implementasi regulasi selama satu tahun, membentuk Gugus Tugas Bersama dengan Malaysia dan Indonesia, serta menjalin konsultasi khusus dengan Wakil Menteri terkait. Ke depan, Uni Eropa berkomitmen untuk terus bekerja sama agar aliran perdagangan minyak sawit tetap terjaga dan bahkan dapat meningkat.

“Kami ingin memastikan bahwa arus perdagangan tidak terganggu. Minyak sawit penting bagi daya saing kami, dan kami ingin bekerja sama dengan Indonesia untuk menjaga keseimbangan ini,” pungkasnya. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com