Masa Depan Pertumbuhan Hijau Indonesia: Antara Potensi Besar dan Tantangan Investasi

oleh -2.813 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IES 2025/Masa Depan Pertumbuhan Hijau Indonesia: Antara Potensi Besar dan Tantangan Investasi.

InfoSAWIT, JAKARTA – Di tengah ambisi besar untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada tahun 2029, Indonesia menatap sumber daya hijau sebagai kunci utama. Keanekaragaman hayati, jasa ekosistem, hingga pasar karbon diyakini mampu mendorong ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Hal ini menjadi topik utama dalam sesi “Kebijakan dan Inisiatif untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Hijau Indonesia” di Indonesia Economic Summit (IES) 2025.

Satya Tripathi, Sekretaris Jenderal Global Alliance for a Sustainable Planet (GASP), menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam strategi pertumbuhan hijau. “Indonesia bisa menghasilkan kekayaan dan kesejahteraan bagi 270 juta penduduknya dengan memanfaatkan pasar karbon,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (18/2/2025). Namun, ia menyoroti bahwa manfaat ekonomi riil dari ekosistem dan keanekaragaman hayati belum sepenuhnya tercermin dalam pengukuran PDB konvensional.

Komitmen Indonesia terhadap transisi energi juga menjadi sorotan. Dalam forum G20, Presiden Prabowo Subianto menyatakan optimisme bahwa Indonesia bisa mencapai emisi nol bersih sebelum tahun 2050. Salah satu langkah besar yang akan diambil adalah menghentikan sekitar 75 gigawatt pembangkit listrik tenaga batu bara dan menggantinya dengan energi terbarukan.

BACA JUGA: Indonesia Economic Summit (IES) 2025: Pertumbuhan Berkelanjutan Bergantung Pada Tiga Faktor

Namun, langkah ini memerlukan investasi yang tidak sedikit. Laporan Kearney 2024 menyebut bahwa Indonesia perlu dana sebesar $2,4 triliun untuk mencapai Net Zero pada tahun 2060. Dana ini terutama dibutuhkan untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan agar mampu memenuhi 100% konsumsi listrik nasional.

Peter Kennedy, Chief Investment Officer Global Fund for Coral Reefs, menyoroti tantangan utama dalam menarik investasi hijau. “Pemerintah perlu mengurangi risiko proyek lingkungan agar lebih banyak investor tertarik,” katanya. Sementara itu, Shinta W. Kamdani, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), menekankan bahwa potensi hijau juga bisa meningkatkan daya saing Indonesia di panggung global. “Tapi, insentif dari pemerintah dan inisiatif sektor swasta harus berjalan seiring,” tambahnya.

Elim Sritaba, Chief Sustainability Officer Asia Pulp & Paper (APP) Group, menyoroti kesenjangan pemahaman terkait keberlanjutan antara perusahaan besar dan UKM. “Perusahaan besar seperti kami bisa membantu UKM memahami risiko dan biaya tersembunyi jika bisnis mereka tidak berkelanjutan,” jelasnya.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode I-Februari 2025 Naik Rp 73,3 per Kg Cek Harganya..

Di sisi lain, Arcandra Tahar, mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, mengingatkan agar Indonesia tidak terjebak dalam tren global yang bisa menghambat pertumbuhan ekonomi domestik. “Alih-alih melihat bahan bakar fosil dan nonfosil sebagai pesaing, kita bisa menciptakan sinergi antara keduanya,” ujarnya.

Dengan berbagai tantangan yang ada, pertumbuhan hijau Indonesia bukan sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan komunitas global. Keberhasilan transisi ini tidak hanya berdampak pada perekonomian nasional, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia sebagai pemimpin dalam pembangunan berkelanjutan di tingkat dunia. (T2)

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com