Rusli Habibie: B50 Bukti Nyata Komitmen Indonesia Menuju Energi Rendah Karbon

oleh -2.236 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie

InfoSAWIT, JAKARTA – Anggota Komisi XII DPR RI, Rusli Habibie, menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah untuk menerapkan program biodiesel B50 pada tahun 2026. Menurutnya, langkah ini mencerminkan komitmen kuat Indonesia dalam mempercepat transisi menuju energi rendah karbon dan memperkuat ketahanan energi nasional.

“Langkah menuju B50 ini harus kita dorong bersama. Ini bukan hanya soal energi terbarukan, tapi juga jalan menjaga ketahanan energi dan peningkatan nilai tambah dari sawit,” ujar Rusli saat dilansir InfoSAWIT dari Koran Jakarta, Senin (26/5/2024).

Rusli menilai kebijakan yang digagas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tersebut merupakan strategi penting yang tak hanya fokus pada aspek lingkungan, tapi juga berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat melalui hilirisasi industri kelapa sawit.

BACA JUGA: Menteri P2MI Tinjau Langsung Kondisi PMI di Perkebunan Sawit Malaysia

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan sawit untuk energi dan kebutuhan pangan. “Jangan sampai energi naik, tapi pangan terganggu. Keseimbangan ini harus jadi perhatian utama,” tegasnya.

Sebagai legislator dari Daerah Pemilihan Gorontalo yang juga duduk di Komisi XII DPR RI yang membidangi sektor energi, sumber daya mineral, dan lingkungan hidup, Rusli menilai sektor sawit lebih inklusif dibandingkan sektor pertambangan. Ia menekankan pentingnya pelibatan petani, koperasi, dan UMKM dalam proses hilirisasi agar manfaat ekonomi bisa dirasakan secara lebih merata.

“Sektor sawit punya struktur pelaku yang merata. Kalau pelibatan masyarakat diatur secara terencana, ini akan jadi motor percepatan pertumbuhan ekonomi rakyat,” katanya.

BACA JUGA: Ultimatum di Tengah Kemarau: Pemerintah Ancam Sanksi Sawit Lalai Tangani Karhutla

Program B50 merupakan kelanjutan dari kebijakan biodiesel B40 yang telah dijalankan sejak awal 2025. Bahan bakar jenis ini terdiri dari campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dan 50 persen solar konvensional.

Pemerintah menargetkan penghematan devisa hingga 20 miliar dolar AS per tahun dengan mengurangi impor minyak solar. Kapasitas industri biodiesel nasional saat ini mencapai 19,6 juta kiloliter, dan diperkirakan akan memerlukan tambahan sekitar 4 juta kiloliter untuk memenuhi kebutuhan B50.

Komisi XII DPR RI, menurut Rusli, berkomitmen untuk mengawal implementasi program ini secara menyeluruh. Termasuk memberikan dukungan regulasi, pengawasan pelaksanaan, dan mendorong sinergi antara pemerintah, pelaku industri, dan petani sawit agar kebijakan ini memberikan manfaat secara adil dan berkelanjutan. (T2)

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com