India Pangkas Bea Masuk Minyak Nabati Mentah Jadi 10%, Dorong Industri Pemurnian Domestik

oleh -7.045 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ilustrasi Crude Palm Oil (CPO).

InfoSAWIT, MUMBAI — Pemerintah India resmi memangkas bea masuk dasar atas minyak nabati mentah menjadi 10% pada Jumat (31/5), sebagai langkah untuk menekan harga pangan domestik dan mendukung industri pemurnian minyak dalam negeri.

Pemangkasan ini berlaku untuk minyak sawit mentah, minyak kedelai mentah, dan minyak bunga matahari mentah, yang merupakan tiga jenis minyak nabati utama yang diimpor India.

Dengan kebijakan ini, total bea impor efektif atas ketiga jenis minyak tersebut—yang juga dikenai Agriculture Infrastructure and Development Cess serta Social Welfare Surcharge—turun dari sebelumnya 27,5% menjadi 16,5%.

BACA JUGA: Menjawab Benang Kusut Sawit, Usulan Badan Sawit Nasional dari Ombudsman RI

“Ini merupakan solusi saling menguntungkan bagi konsumen dan pelaku industri pemurnian minyak nabati. Harga lokal akan turun karena pengurangan bea masuk,” kata BV Mehta, Direktur Eksekutif Solvent Extractors’ Association of India, dalam pernyataannya dikutip InfoSAWIT dari Reuters, Selasa (3/6/2025).

Pemerintah tidak mengubah bea masuk untuk minyak nabati olahan seperti minyak sawit olahan, minyak kedelai olahan, dan minyak bunga matahari olahan yang tetap dikenakan tarif 35,75%.

Dengan adanya selisih tarif sebesar 19,25% antara minyak mentah dan minyak olahan, pelaku impor diperkirakan akan lebih memilih mengimpor minyak mentah dan melakukan proses pemurnian di dalam negeri, sehingga mendorong pertumbuhan sektor industri hilir minyak nabati India.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Turun Tajam di Juni 2025, Bea Keluar dan Pungutan Ekspor CPO Menjadi US$ 138 Per ton

India saat ini mengandalkan impor untuk lebih dari 70% kebutuhan minyak nabatinya. Untuk minyak sawit, India banyak memasok dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Sementara minyak kedelai dan minyak bunga matahari diimpor dari Argentina, Brasil, Rusia, dan Ukraina.

Menurut Sandeep Bajoria, CEO Sunvin Group, perusahaan broker minyak nabati, pengurangan bea masuk ini diperkirakan akan menurunkan harga eceran minyak goreng dan membangkitkan kembali permintaan konsumen, yang dalam beberapa bulan terakhir cenderung melemah. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com