Tekan Losses di Pabrik Sawit Hingga 1 Persen, Berikut Kata Pakar

oleh -3.610 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Pabrik Sawit.

Ia menekankan pentingnya memiliki tenaga kerja yang memiliki standar kompetensi dalam pengoperasian alat, terutama dalam perhitungan dan kalibrasi mesin pengolahan. Jika tidak, pengoperasian mesin cenderung dilakukan berdasarkan kebiasaan atau intuisi semata, bukan berdasar prosedur teknis yang tepat.

“Kadang pekerja hanya menjalankan mesin berdasarkan feeling atau kebiasaan saja. Padahal harusnya sesuai standar operasional. Itu bisa menyebabkan hasil olahan tidak optimal,” jelasnya.

 

Tidak Lebih Buruk dari Malaysia, Tapi Banyak PR

Menjawab perbandingan dengan Malaysia, Posma menyebut bahwa tingkat losses di pabrik kelapa sawit Indonesia sebenarnya tidak lebih tinggi secara umum. Namun demikian, ia mengungkapkan bahwa tantangan di dalam negeri masih cukup besar, terutama dalam hal tata kelola dan manajemen pabrik di daerah.

BACA JUGA: TPOMI 2025 Bakal Kembali Digelar, Bakal Bahas Teknologi Pabrik hingga Industri Hilir Sawit

“Malaysia tidak lebih tinggi [tingkat losses-nya], tapi kita di Indonesia punya banyak ruang untuk perbaikan. Masih banyak pabrik di desa atau kawasan terpencil yang manajemennya belum optimal. Informasi soal perawatan mesin dan pelatihan SDM juga belum menyebar merata,” katanya.

Ia berharap ke depan ada perhatian lebih besar untuk mengedukasi para pengusaha kecil dan operator pabrik mengenai pentingnya efisiensi mesin dan pelatihan tenaga kerja. Posma optimistis jika kedua faktor tersebut diperbaiki, maka produktivitas industri sawit Indonesia bisa meningkat signifikan.

“Banyak pengusaha sudah tahu solusinya. Mereka hanya butuh akses informasi dan dukungan pelatihan agar bisa meningkatkan kualitas pabriknya. Ini peluang besar untuk meningkatkan produktivitas secara nasional,” pungkasnya. (T2)

 

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com