InfoSAWIT, JAKARTA – Industri minyak nabati global menghadapi tantangan besar seiring dengan berubahnya peta persaingan pasar dan kebijakan politik yang memengaruhi perdagangan.
Analis minyak sawit dari Godrej International Limited, Dorab E Mistry, mengungkapkan sejumlah tantangan dan peluang dalam industri sawit serta minyak nabati global dalam satu tahun terakhir.
Menurutnya, sawit kehilangan pangsa pasar secara signifikan akibat meningkatnya dominasi minyak kedelai dan bunga matahari. Selain itu, faktor politik seperti pemilihan Presiden Prabowo di Indonesia dan Donald Trump di Amerika Serikat juga berdampak pada dinamika perdagangan minyak nabati.
BACA JUGA: Minyak Sawit Jadi Tulang Punggung Pangan Pakistan, Lantaran Efisien, Bergizi, dan Berkelanjutan
Saat ini, pasokan minyak sawit relatif mencukupi sejak April, tetapi harga yang tinggi menghambat ekspansi permintaan. Program B40 di Indonesia mulai berjalan, sementara kebijakan penghapusan subsidi biodiesel non-PSO dinilai sebagai langkah berani. Mistry juga mencatat bahwa Presiden Trump kini lebih berhati-hati dalam menerapkan tarif perdagangan, meskipun masih mencari keuntungan cepat yang dapat berdampak negatif bagi petani Amerika dan industri biodiesel.
Mistry memperkirakan produksi sawit tahun ini akan lebih baik dibandingkan 2024, dengan peningkatan produksi di Indonesia mencapai 2 juta metrik ton. Selain itu, Indonesia telah menghilangkan praktik kecurangan terkait minyak bekas dan UCO, sehingga pasokan global terlihat lebih stabil. Namun, persaingan pasar tetap ketat karena sawit harus berjuang merebut kembali pangsa pasar yang hilang. Stok dan pasokan sawit diperkirakan masih akan ketat hingga akhir Maret 2025.
BACA JUGA: Reforma Agraria, Janji Keadilan yang Masih Menanti Pembuktian
Sementara itu, harga minyak nabati pada periode Desember-Maret relatif stabil berkat kendala awal dalam implementasi B40 di Indonesia serta hasil pemilu di AS. Namun, bayangan kebijakan Trump diprediksi akan memberikan dampak panjang terhadap sektor minyak nabati global. (*)
