InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam presentasinya, Ryan Chen dari Cargill Investments (China) Limited, menguraikan bagaimana perubahan dalam pasokan dan permintaan global, terutama terkait kedelai dan minyak nabati lainnya, berdampak besar pada industri minyak sawit di China, negara dengan populasi terbesar di dunia.
Chen memulai dengan menjelaskan bahwa China mengalami defisit baik dalam minyak biji-bijian maupun minyak nabati. “Perubahan dalam pasokan dan permintaan global untuk kedelai, minyak biji-bijian, dan minyak sawit memiliki dampak yang signifikan pada industri minyak sawit di China,” ujarnya pada seminar minyak sawit internasional, pada awal November 2024 lalu.
Produksi kedelai di negara-negara G3 diperkirakan meningkat sebesar 25,6 juta ton pada tahun 2024, setara dengan 4,9 juta ton minyak kedelai. Sementara itu, pertumbuhan produksi minyak sawit Indonesia diperkirakan kurang dari 1 juta ton. Dengan struktur bea ekspor dan pungutan yang ada, harga yang lebih tinggi akan membuat bea dan pungutan juga meningkat.
BACA JUGA: Reforma Agraria, Janji Keadilan yang Masih Menanti Pembuktian
Tercatat harga minyak kedelai yang telah disuling tetap lebih rendah dibandingkan dengan harga RBD olein di Cina Selatan, yang merupakan wilayah konsumen utama olein. Selain itu, harga futures minyak kedelai di Dalian Commodity Exchange (DCE) sering kali lebih rendah dibandingkan dengan futures olein, menciptakan celah yang semakin lebar dalam spread POBO (Palm Oil vs. Bean Oil).
Meskipun ada pemulihan yang kuat pada tahun 2023, permintaan minyak nabati di China diperkirakan stagnan pada tahun 2024. “Total permintaan minyak nabati masih di bawah level tahun 2020 dan 2021,” kata Chen.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Jumat (20/6), Harga CPO di Bursa Malaysia Melemah
Permintaan minyak sawit, baik olein maupun stearin, diproyeksikan turun hampir 30% year-on-year akibat tingginya spread POBO. “Pangsa minyak sawit dalam total permintaan minyak nabati diperkirakan turun menjadi 12,8% pada tahun 2024, dari 17,5% pada tahun 2023,” tambahnya. (*)
