InfoSAWIT, BANGI — Pemerintah Malaysia kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelaku industri dan lembaga riset dalam mendorong kemajuan industri kelapa sawit nasional. Melalui program Technology Transfer of Technology (TOT) 2025 yang digelar oleh Lembaga Minyak Sawit Malaysia (MPOB), Menteri Perladangan dan Komoditas, Datuk Seri Johari Abdul Ghani, mengajak pelaku usaha untuk aktif bekerja sama dalam pengembangan dan hilirisasi hasil riset strategis.
Menurut Johari, kolaborasi yang kuat dengan MPOB tidak hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga membuka peluang besar untuk komersialisasi inovasi yang selama ini dikembangkan di laboratorium.
“Saat pelaku industri yakin dengan riset yang dilakukan, sekitar 70 persen hasilnya bisa langsung dikomersialisasikan,” ujarnya dilansir InfoSAWIT dari Business Times, Minggu (22/6/2025), seraya menambahkan bahwa keberhasilan tersebut akan menguntungkan kedua belah pihak—baik pelaku usaha maupun MPOB, yang akan memperoleh royalti dari hasil inovasi yang diadopsi.
Salah satu inisiatif yang tengah digarap MPOB adalah kerja sama dengan KL-Kepong Industrial Holdings Sdn Bhd (anak usaha Kuala Lumpur Kepong Bhd), SALCRA di Sarawak, dan Perbadanan Pertanian Negeri Johor. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan teknologi pakan ternak berbasis kelapa sawit, yang dinilai mampu mengurangi ketergantungan pada pakan impor dan memperkuat ketahanan rantai pasok lokal.
“Ini bukan hanya soal inovasi, tapi strategi nasional untuk memastikan keberlanjutan sektor peternakan dan pertanian secara menyeluruh,” jelas Johari.
Tak hanya itu, MPOB juga tengah mengeksplorasi pengembangan produk berbasis sawit yang ramah lingkungan sebagai alternatif dari produk konvensional yang tidak berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Tipis Pada Jumat (20/6), Harga CPO di Bursa Malaysia Melemah
Salah satu contohnya adalah minyak isolasi transformator berbasis sawit yang saat ini sedang dipertimbangkan oleh Tenaga Nasional Bhd (TNB) untuk menggantikan minyak berbasis petroleum pada jaringan gardu listrik nasional.
“Potensi pasar minyak transformator berbasis sawit ini diperkirakan bisa mencapai nilai US$287 juta pada tahun 2030,” ungkap Johari.
