InfoSAWIT, BENGKALIS – Sebanyak 64 orang pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Tingkat II Asosiasi Petani Kelapa Sawit Program Inti Rakyat (ASPEKPIR) Kabupaten Bengkalis periode 2025–2030 resmi dikukuhkan, Kamis (10/7/2025), dalam sebuah prosesi pelantikan yang berlangsung di Gedung Daerah Datuk Laksamana Bengkalis.
Prosesi pelantikan diawali dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Sekretaris DPD ASPEKPIR Provinsi Riau, Adelin Saputra, dan dilanjutkan pelantikan resmi oleh Ketua DPD I ASPEKPIR Riau, Sutoyo, kepada Ketua DPD II ASPEKPIR Kabupaten Bengkalis Abdul Kadir Siregar beserta jajaran kepengurusan baru.
Dalam sambutan yang disampaikan oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Bengkalis, Andris Wasono, mewakili Bupati Kasmarni, pemerintah menyampaikan ucapan selamat sekaligus harapan besar terhadap organisasi ini. ASPEKPIR diharapkan bukan hanya hadir sebagai wadah formal petani sawit, tetapi mampu menjadi kekuatan nyata dalam memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan petani.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Rabu (9/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Terus Menguat
“ASPEKPIR harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun sektor sawit yang inklusif, adil, dan berkelanjutan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga soal harga diri dan masa depan petani kita,” kata Andris membacakan sambutan Bupati Kasmarni, dilansir InfoSAWIT dari Pemkab Bengkalis, Kamis (10/7/2025).
Pemerintah Kabupaten Bengkalis juga menekankan pentingnya ASPEKPIR turut mengawal realisasi Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Sebagai salah satu daerah penghasil sawit terbesar di Provinsi Riau, Bengkalis memiliki kontribusi besar terhadap penerimaan nasional, namun dinilai belum sebanding dengan yang diterima kembali oleh daerah.
“Kami ingin DBH sawit ini benar-benar berdampak langsung bagi para petani. Sudah saatnya keadilan fiskal bagi daerah penghasil diwujudkan,” tegas Bupati dalam sambutan tertulisnya.
BACA JUGA: Kemenperin: Hilirisasi, Digitalisasi, dan Sustainability Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
Selain itu, ASPEKPIR juga diajak untuk aktif menyuarakan berbagai persoalan yang dihadapi petani sawit, mulai dari fluktuasi harga tandan buah segar (TBS), legalitas lahan yang berada di kawasan hutan, hingga isu-isu lingkungan dan sosial yang seringkali menempatkan petani dalam posisi sulit.
Pengukuhan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat daerah dan tokoh masyarakat, seperti Kepala Dinas Perkebunan Bengkalis Mohammad Azmir, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan Tarmizi, Danramil 01/Bengkalis Kapten Arm Yogi Sudarso, serta para undangan lainnya. (T2)
