InfoAWIT, MEDAN — Upaya memperkuat praktik keberlanjutan di sektor kelapa sawit terus digalakkan. Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun) Kementerian Pertanian RI kembali menggelar pelatihan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi pekebun dan pendamping di Sumatera Utara.
Pelatihan angkatan terbaru ini berlangsung sejak 14 hingga 20 Juli 2025 di Hotel AIHO Medan (sebelumnya Radisson Hotel). Sebanyak 56 peserta, terdiri dari petani dan tenaga pendamping dari Kabupaten Batubara dan Labuhanbatu Selatan, ambil bagian dalam program ini. Dengan pembagian dua kelas, peserta mendapatkan materi intensif selama empat hari di dalam kelas dan satu hari kunjungan lapangan.
Kunjungan lapangan dijadwalkan di Perkebunan Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Bintang Simalungun (PPKSBBS) di Tanah Jawa, Simalungun — salah satu contoh nyata penerapan prinsip ISPO di tingkat pekebun rakyat.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 23-29 Juli 2025 Naik Rp70,05 per Kg
Pelatihan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara, M. Zakir Syarif Daulay. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya ISPO sebagai instrumen peningkatan kesejahteraan petani yang tetap berpijak pada prinsip keberlanjutan. “Pekebun kelapa sawit perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar mampu menjaga kualitas dan kuantitas produksi,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Rabu (23/7/2025).
Lebih lanjut kata M. Zakir, dengan pelatihan ini, diharapkan mereka dapat meningkatkan produktivitas kebun sekaligus bersaing di pasar global.
Senada dengan itu, Henry Marpaung, Direktur PT Koompasia Enviro Institute selaku penyelenggara pelatihan, menyatakan bahwa pelatihan ini disusun dengan pendekatan strategis dan praktis. “Kami hadirkan trainer berpengalaman yang akan menyampaikan materi ISPO secara terstruktur, lengkap dengan alat peraga dan kunjungan langsung ke kebun sawit rakyat yang telah tersertifikasi ISPO,” paparnya.
BACA JUGA: Kaltim dan YKAN Perpanjang Kerja Sama Pengelolaan Alam Lestari Hingga 2030
Kepala Bidang Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sumut, Sabrina Pulungan, menilai pelatihan ini juga penting sebagai ajang memperkuat jejaring antar pekebun. “Kegiatan ini menjadi wadah efektif untuk membangun kolaborasi dalam mewujudkan praktik perkebunan yang lebih baik,” ujarnya.
Dukungan penuh juga datang dari pemerintah daerah. Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batubara, Susilistiawati Ritonga, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk komitmen menjaga keberlanjutan sawit. “Kelapa sawit merupakan sektor unggulan yang berkontribusi besar bagi ekonomi. Namun, tantangannya tidak sedikit, terutama dari sisi lingkungan dan tata kelola. Oleh karena itu, ISPO hadir sebagai solusi untuk menjawab tantangan-tantangan tersebut,” jelasnya.
Salah satu peserta pelatihan turut menyampaikan apresiasinya terhadap pelatihan ini. Menurutnya, materi yang disajikan komprehensif dan aplikatif, serta mampu membuka wawasan mengenai pentingnya ISPO sebagai panduan mengelola kebun secara berkelanjutan.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode III-Juli 2025 Naik Rp107,04 per Kg
Inisiatif pelatihan ISPO ini menjadi langkah strategis jangka panjang dalam menciptakan ekosistem perkebunan sawit rakyat yang tidak hanya produktif, tetapi juga lestari dan bertanggung jawab secara sosial serta lingkungan. (T2)
