Berikut Upaya Kolombia Reduksi Jejak Karbon dari Kelapa Sawit

oleh -4.065 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Kolombia mencatat peningkatan produksi kelapa sawit yang stabil selama dekade terakhir. Menurut Alexandre Cooman dari Cenipalma, organisasi sektor swasta yang berkoordinasi dengan para petani kelapa sawit di Kolombia, produksi nasional telah meningkat sekitar 80% dalam 10 tahun terakhir. Peningkatan ini tidak hanya terjadi di satu wilayah, tetapi mencakup berbagai zona perkebunan kelapa sawit yang memiliki perbedaan signifikan dalam hal lingkungan, tanah, dan bahkan budaya.

Cenipalma, sebagai organisasi yang berfokus pada penelitian dan pengembangan di seluruh aspek produksi, pengolahan, dan nilai tambah kelapa sawit, memiliki stasiun eksperimental di seluruh Colombia. Selain penelitian, mereka juga menjalankan program penyuluhan dan bantuan teknis yang telah berkembang pesat dalam dekade terakhir. Cenipalma juga memiliki divisi teknis yang mengkomersialkan produk dan layanan yang ditawarkan kepada petani swasta.

Saat berbicara di acara ICOPE 2025, Cooman memberikan gambaran tentang strategi keberlanjutan Cenipalma yang sangat komprehensif. Strategi ini mencakup mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, zero deforestation, serta peningkatan pengelolaan keanekaragaman hayati melalui tujuh program utama.

BACA JUGA: Aceh Tawarkan Peluang Investasi Hilirisasi Sawit kepada Perusahaan Global

Program-program ini meliputi persyaratan pasar, praktik keberlanjutan, pemantauan jejak karbon, manajemen lingkungan terintegrasi, pencegahan polusi, restorasi ekologis, dan standar keberlanjutan nasional Kolombia yang baru diperkenalkan beberapa tahun lalu.

Cooman menjelaskan bahwa Cenipalma melakukan penilaian siklus hidup untuk mengukur jejak karbon. Proses ini melibatkan evaluasi semua masukan dan keluaran energi serta massa dalam sistem produksi kelapa sawit. Hasilnya kemudian dikaitkan dengan produk utama, yaitu minyak sawit. Metode ini mengikuti standar ISO untuk penilaian siklus hidup dan pedoman IPCC.

Pada tahun 2021, Cenipalma melakukan penilaian jejak karbon dengan melibatkan 53 perusahaan yang mencakup 85% produksi nasional dan 3,6% produksi minyak sawit global. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan pupuk, terutama yang mengandung nitrogen, menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca. Namun, dengan penangkapan karbon oleh perkebunan, emisi bersih dapat dikurangi secara signifikan.

BACA JUGA: Bumitama Dorong Kemajuan Desa Lewat Infrastruktur dan Pemberdayaan Warga

Pada tahun 2021, hanya enam pabrik kelapa sawit yang menangkap emisi metana. Namun, pada akhir 2024, jumlahnya meningkat menjadi 20 pabrik, yang mengurangi emisi hingga minus 26 kilogram CO2 per ton minyak sawit. Dengan kemajuan ini, Kolombia diperkirakan akan mencapai netralitas karbon dalam waktu dekat. (T2)

Lebih lengkap baca Majalah InfoSAWIT edisi Juni 2025


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com