INSTIPER dan BGA Luncurkan Traktor Otonom Pemupuk Sawit, Efisiensi Kebun Bisa Naik 60 Persen

oleh -5.162 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Instiper untuk InfoSAWIT/ Kolaborasi antara INSTIPER Yogyakarta dan BGA Group berhasil mengembangkan Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader, traktor otonom berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas pemupukan kelapa sawit.

InfoSAWIT, KOTAWARINGIN TIMUR – Inovasi teknologi terus mendorong transformasi industri perkebunan kelapa sawit nasional menuju sistem budidaya yang lebih modern, presisi, dan efisien. Kolaborasi antara Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) Yogyakarta dan PT Bumitama Gunajaya Agro (BGA Group) berhasil mengembangkan Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader, traktor otonom berbasis kecerdasan buatan yang dirancang khusus untuk meningkatkan efektivitas pemupukan kelapa sawit.

Peluncuran teknologi ini digelar di kebun BGA Group Region 3, Kotawaringin Timur, sebagai bagian dari penguatan mekanisasi perkebunan yang lebih terukur dan berorientasi pada efisiensi biaya operasional.

Pengembangan alat tersebut merupakan hasil kolaborasi tim riset INSTIPER dan BGA yang dipimpin oleh Rengga Arnalis Renjani, dengan dukungan pendanaan dari Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui skema Grant Riset Sawit (GRS) 2024.

BACA JUGA: DSNG Bukukan Laba Rp421 Miliar pada Kuartal I-2026, Bisnis Sawit Tetap Jadi Penopang Utama

Berbeda dari spreader konvensional yang menyebarkan pupuk secara terus-menerus di seluruh areal, Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader mengusung sistem intermittent fertilizing, yakni pemberian pupuk secara berselang dan terarah hanya pada titik tanaman yang telah terdeteksi.

Teknologi ini menggabungkan navigasi presisi, sensor pintar, serta kecerdasan buatan (AI) yang mampu mendeteksi posisi tanaman sawit dengan tingkat akurasi mencapai 98 persen, sehingga pupuk diaplikasikan tepat pada zona perakaran yang membutuhkan nutrisi.

“Pengembangan teknologi ini merupakan bagian dari upaya mendorong modernisasi sektor perkebunan berbasis riset dan inovasi. Sistem intermittent membuat aplikasi pupuk jauh lebih tepat sasaran dan mampu mengurangi kehilangan pupuk di lapangan,” ujar Rengga, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (28/4/2026).

BACA JUGA: Agrinas Palma Dorong Percepatan PSR, Produktivitas Petani Sawit Jadi Fokus Utama

Dengan sistem ini, losses pupuk yang selama ini kerap terjadi akibat penyebaran tidak akurat dapat ditekan, sekaligus meningkatkan efektivitas serapan unsur hara oleh tanaman.

 

Kapasitas Kerja Naik Tajam, Biaya Turun Signifikan

Hasil uji lapangan menunjukkan performa alat ini sangat menjanjikan. Dalam satu hari operasional, kapasitas kerja Autonomous Intermittent Fertilizer Spreader mampu mencapai 30 hektare per hari, melonjak drastis dibanding metode manual yang rata-rata hanya 2,8 hektare per hari.

Dari sisi biaya operasional, teknologi ini juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan. Biaya pemupukan tercatat turun dari sekitar Rp96.053 per hektare menjadi Rp39.500 per hektare, atau menghasilkan efisiensi sekitar 60 persen.

BACA JUGA: Harapan Swasembada Daging Dihadapkan Realitas Lapangan

Dengan skala operasional perkebunan besar, potensi penghematan diperkirakan bisa mencapai Rp374 juta per tahun, dengan estimasi periode balik modal sekitar 1,6 tahun.

Secara teknis, alat ini dibekali hopper berkapasitas 300 kilogram dengan jangkauan sebar pupuk antara 5 hingga 15 meter. Sistemnya kompatibel untuk berbagai jenis pupuk, mulai dari NPK, dolomit, kieserite, hingga rock phosphate, sehingga fleksibel digunakan pada berbagai kebutuhan pemupukan kebun sawit.

Selain aspek efisiensi, inovasi ini juga membawa manfaat dari sisi keselamatan kerja. Operator tidak lagi berinteraksi langsung dengan pupuk selama proses aplikasi, sehingga risiko paparan bahan kimia dapat ditekan secara signifikan.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com