InfoSAWIT, JAKARTA – Dalam lima tahun terakhir, bibit sawit Topaz telah menyebar ke seluruh sentra perkebunan sawit nasional. Dari Lampung, Riau, Jambi, hingga Aceh, dari Kalimantan hingga Sulawesi Barat dan Tengah, nama Topaz kian dikenal petani sebagai simbol benih unggul yang tahan banting dan menguntungkan.
“Benih Topaz GT sudah mulai dikomersialkan sejak 2018-2019. Saat ini tidak hanya ditanam di kebun-kebun internal kami, tapi juga oleh pihak luar grup kami. Sudah banyak yang mulai panen dan hasilnya sangat menggembirakan,” kata Manager Marketing Topaz dari Asian Agri, Husen kepada InfoSAWIT, belum lama ini di Jakarta.
Topaz juga dikenal karena komitmen pelayanannya. Asian Agri tak sekadar menjual benih, tetapi juga mengawal seluruh proses pertumbuhan tanaman, dari pembibitan hingga masa panen.
BACA JUGA: Bibit Sawit Topaz, Menanam Hasil Selangit dari Setiap Butir Benih Sawit
“Petani yang membeli langsung ke kami akan terus kami pantau. Kalau ada masalah, cukup kirim video atau telepon, kami langsung bantu carikan solusi. Kami tidak lepas tangan setelah penjualan,” tegas Husen.
Untuk mendapatkan benih Topaz, petani hanya perlu memenuhi syarat administrasi yang sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian Nomor 4 Tahun 2005. Cukup dengan menunjukkan surat kepemilikan tanah, kartu keluarga, dan dokumen pendukung lainnya, petani sudah bisa mendapatkan benih unggul Topaz, minimal pembelian sebanyak 500 butir.
Husen mengingatkan pentingnya membeli langsung ke sumber resmi, bukan melalui pihak ketiga. Menurutnya, pembelian lewat jalur tidak resmi rawan penipuan dan menyulitkan akses layanan purna jual.
BACA JUGA: Harga Bibit Sawit Meningkat, Dipicu Tingginya Permintaan dan Biaya Produksi
“Kami sangat menyarankan beli langsung ke kami. Selain aman, juga akan mendapat diskon khusus jika membeli dalam jumlah besar,” jelasnya.
Asian Agri juga siap melakukan pendampingan bagi koperasi atau kelompok tani yang ingin menanam Topaz secara luas. Dengan dukungan teknis dan pelatihan berkala, mereka berharap bisa mencetak lebih banyak kebun sawit mandiri yang sukses dan berkelanjutan.
