InfoSAWIT, JAKARTA – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendukung peningkatan produksi minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO) Indonesia dapat menembus angka 60 juta ton pada tahun 2030.
Direktur Utama BPDP, Eddy Abdurrachman, mengatakan target tersebut sejalan dengan meningkatnya permintaan CPO di sektor pangan, bahan bakar nabati (biodiesel), hingga industri oleokimia.
“Pada 2030 ditargetkan produksi CPO bisa mencapai 60 juta ton sehingga dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pangan, oleokimia, hingga bahan bakar nabati,” kata Eddy saat menghadiri Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Beasiswa Pendidikan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2025, Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Plasma Riau Periode 20–26 Agustus 2025 Naik Rp. 47,44 per Kg
Saat ini, produksi CPO Indonesia masih berkisar 50 juta ton per tahun. Menurut Eddy, upaya ekstra diperlukan untuk mengejar peningkatan produksi dalam lima tahun ke depan.
Selain memenuhi kebutuhan domestik, peningkatan produksi juga diharapkan menjaga kinerja ekspor. Eddy menegaskan, ekspor menjadi penopang utama pendanaan program-program BPDP melalui pungutan ekspor sawit.
“Karena ekspor ini bagi BPDP sangat penting, dana yang kita himpun berasal dari pungutan ekspor. Jadi kalau ekspornya menurun, pungutan kita juga ikut turun sehingga kemampuan BPDP membiayai program-program juga berkurang,” jelasnya.
Sebagai strategi pendukung, BPDP menggulirkan program pengembangan sumber daya manusia perkebunan sawit, mulai dari pemberian beasiswa pendidikan hingga pelatihan teknis.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Agustus 2025 Tertinggi Rp. 3.480,61 Kg
“Kewajiban kita adalah meningkatkan pengetahuan, keterampilan, profesionalisme, kemandirian, hingga daya saing para SDM perkebunan, baik dari sisi teknis, manajerial, maupun kewirausahaan,” ujar Eddy. (T2)
