Bu Nur, Petani Sawit Simalungun yang Suaranya Tembus Brussel hingga London

oleh -3.188 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/ Bu Nur (pegang mic) terpilih sebagai salah satu dari sembilan delegasi perempuan Indonesia yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri untuk melakukan roadshow ke Brussel, London, dan Roma.

InfoSAWIT, SIMALUNGUN – Nurhayati (52), akrab disapa Bu Nur, tidak pernah menyangka perjalanan hidupnya sebagai petani sawit kecil bisa membawanya ke Brussel, London, hingga Roma. Petani perempuan asal Simalungun, Sumatera Utara, itu kini menjadi salah satu wajah perjuangan petani sawit di kancah internasional.

Sejak 20 tahun lalu, Bu Nur mengelola kebun sawit secara mandiri. Dari awalnya hanya satu hektare, kini ia merawat tiga hektare kebun sawit yang menjadi tumpuan hidup keluarganya. “Sejak ikut sertifikasi RSPO bersama KPUD Lestari pada 2018, pendapatan saya meningkat. Dari situ saya bisa membeli dua hektare tambahan untuk membantu biaya sekolah tiga anak saya,” kisahnya dikutip InfoSAWIT dari Fortasbi, Jumat (26/9/2025).

Kesempatan istimewa datang pada September 2025. Bu Nur terpilih sebagai salah satu dari sembilan delegasi perempuan Indonesia yang difasilitasi Kementerian Luar Negeri untuk melakukan roadshow ke Brussel, London, dan Roma. Dalam forum-forum internasional itu, ia menyuarakan suara petani sawit, terutama perempuan, yang kini cemas menghadapi regulasi baru Uni Eropa, yakni EU Deforestation Regulation (EUDR).

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik pada Kamis (25/9), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

 

Beban Perempuan dalam Industri Sawit

Bagi Bu Nur, sawit bukan sekadar komoditas ekspor. Ia adalah sumber pangan, pendidikan, dan kehidupan keluarga. “Kalau sawit tidak terjual, perempuanlah yang paling terdampak. Kami yang harus mengatur dapur, biaya sekolah anak, dan kebutuhan rumah tangga,” tegasnya.

Sebagai anggota Komite Gender KPUD Lestari, Bu Nur juga aktif mendorong keterlibatan perempuan dalam koperasi. Bersama kelompoknya, ia membuktikan bahwa sertifikasi RSPO mampu mengubah pola pengelolaan kebun menjadi lebih ramah lingkungan. “Kami tidak lagi pakai racun berlebihan. Kami gunakan pupuk organik dari kotoran ternak, tidak meracun sungai, dan tidak memperkerjakan ibu hamil atau anak-anak,” jelasnya.

Namun semua upaya itu seakan terancam sia-sia jika EUDR tidak mengakui sertifikasi RSPO. “Padahal ikut sertifikasi itu tidak mudah dan biayanya tidak murah. Kami hanya ingin perjuangan kami dihargai,” katanya dalam testimoni di hadapan pemangku kepentingan di London.

BACA JUGA: FORTASBI Rayakan 11 Tahun Perjuangan Petani Sawit Mandiri Menuju Keberlanjutan

 

Dari Sawit ke Kerajinan Lidi

Bu Nur tidak hanya mengandalkan sawit dari hasil panen. Ia bersama komunitas perempuan di desanya memanfaatkan lidi sawit untuk membuat sapu dan kerajinan tangan. Kelompok ini dikenal dengan nama Carli (Pencari Lidi) Angels. Aktivitas itu tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga mengukuhkan peran perempuan sawit dalam menopang ekonomi keluarga.

“Bagi kami, sawit adalah sumber kehidupan. Kami akan mati-matian merawat dan mempertahankannya,” ujarnya dengan mata berbinar.

Kehadiran Bu Nur di panggung internasional menjadi pengingat bahwa di balik angka-angka besar ekspor CPO, terdapat jutaan kisah petani kecil, terutama perempuan. Mereka tidak menolak regulasi keberlanjutan, tetapi berharap kebijakan diterapkan dengan adil dan bertahap, agar tidak mematikan penghidupan masyarakat kecil.

Bu Nur hanyalah petani dengan tiga hektare lahan. Namun suaranya kini bergema jauh hingga jantung Eropa—menyampaikan pesan sederhana: bahwa keberlanjutan sejati harus sejalan dengan keberpihakan pada petani kecil. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com