Supaya makanan dalam program MBG dapat dikonsumsi dengan aman, Prof Evi menyarankan dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitarnya. Salah satu solusi yang dapat dilakukan, dengan melibatkan pihak sekolah dan masyarakat sekitarnya. “Melalui keterlibatan sekolah dan masyarakat sekitar, diharapkan dapat membantu penyediaan MBG secara kolaboratif, sehingga dapat dikonsumsi siswa sekolah dengan aman. Rasa makanan juga tidak akan berubah, karena tidak membutuhkan waktu yang lama, karena lokasi dapur MBG berdekatan dengan Sekolahnya”, ujarnya menjelaskan.
Pentingnya melakukan kerjasama kolaboratif dengan pihak sekolah dan masyarakat sekitar, juga dapat dilanjutkan melalui pemantauan khusus program MBG yang berjalan. Pasalnya, keberadaan program MBG kedepannya, agar dapat lebih sukses dan berhasil. “Harapannya, harus ada pemantauan, karena beragam makanan yang dibutuhkan. Tapi kalau terpusat itu kan sebetulnya bukan langsung ranahnya pemerintah pusat, tapi melalui BGN yang bertugas mengatur semua kebutuhan akan pelaksanaan program MBG di Indonesia”, tandas Prof Evi. (*)
