Sukanto Tanoto: Raja Sawit dan Serat dari Asia Tenggara
Sementara itu, Sukanto Tanoto, pendiri dan pemilik Royal Golden Eagle (RGE), berada di peringkat keenam dengan kekayaan US$15,3 miliar (Rp254,22 triliun). Ia dikenal sebagai salah satu tokoh paling berpengaruh di industri kelapa sawit dunia. Melalui RGE Group, Sukanto mengembangkan kerajaan bisnis yang meliputi perkebunan sawit, serat viscose, energi, hingga real estat.
RGE menaungi perusahaan seperti Apical Group—salah satu pengolah dan eksportir minyak sawit terbesar dunia—serta Asian Agri, yang mengelola lebih dari 160.000 hektare perkebunan sawit di Indonesia dan bermitra dengan puluhan ribu petani plasma. Selain itu, RGE juga memiliki Sateri, produsen serat viscose terkemuka yang memasok industri tekstil global.
Meski berkedudukan di Singapura, akar bisnis Sukanto tetap kuat di Indonesia. Ia dikenal sebagai pelaku utama dalam mendorong praktik perkebunan berkelanjutan dengan investasi besar di efisiensi energi dan rantai pasok hijau (green supply chain).
BACA JUGA: Petani Sawit di Persimpangan, Tantangan EUDR dan Jalan Panjang Menuju Pasar Global
Kendati kekayaannya turun 24,8 persen sepanjang tahun, Sukanto tetap menjadi simbol pengusaha sawit yang mampu menjembatani pasar Indonesia dengan rantai pasok global. RGE kini tercatat memiliki aset lebih dari US$35 miliar, tersebar di Asia, Eropa, dan Amerika Utara.
Gelombang Baru: Taipan Teknologi dan Energi Terbarukan
Kejutan datang dari sektor teknologi. Otto Toto Sugiri dan Marina Budiman, pendiri PT DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan pusat data terbesar di Indonesia, mencatat lonjakan kekayaan tajam seiring naiknya saham DCII lebih dari 500 persen sepanjang tahun.
Kekayaan Otto kini mencapai US$12,6 miliar (Rp209,27 triliun), sementara Marina memiliki US$9,3 miliar (Rp154,46 triliun) — menjadikannya satu-satunya perempuan dalam daftar delapan besar orang terkaya Indonesia versi Bloomberg Oktober 2025.
BACA JUGA: Musim Mas Perkuat Komitmen Keberlanjutan, Dukung Percepatan Sertifikasi ISPO untuk Pekebun Swadaya
Delapan Orang Terkaya Indonesia Oktober 2025 (Versi Bloomberg Billionaires Index)
|
Peringkat |
Nama |
Kekayaan |
Sumber Utama |
|
1 |
Prajogo Pangestu |
Rp735,16 T |
Energi & Petrokimia (Barito Pacific Group) |
|
2 |
Low Tuck Kwong |
Rp419,85 T |
Tambang Batu Bara (Bayan Resources) |
|
3 |
Budi Hartono |
Rp295,42 T |
Perbankan, Rokok (Djarum, BCA) |
|
4 |
Anthoni Salim |
Rp278,84 T |
Makanan, Energi, Tambang, Sawit (Indofood, Lonsum, SIMP) |
|
5 |
Michael Hartono |
Rp270,72 T |
Perbankan, Digital (BCA, Blibli) |
|
6 |
Sukanto Tanoto |
Rp254,22 T |
Perkebunan Sawit, Serat, Energi (RGE Group, Apical, Asian Agri) |
|
7 |
Otto Toto Sugiri |
Rp209,27 T |
Teknologi (DCI Indonesia) |
|
8 |
Marina Budiman |
Rp154,46 T |
Teknologi (DCI Indonesia) |
Meskipun sebagian besar kekayaan para konglomerat masih didorong oleh sektor energi dan keuangan, industri kelapa sawit tetap menunjukkan daya tahan luar biasa di tengah dinamika ekonomi global.
Di tangan pengusaha seperti Anthoni Salim dan Sukanto Tanoto, sawit bukan sekadar komoditas ekspor, melainkan simbol daya saing dan keberlanjutan industri nasional yang terus beradaptasi dengan tuntutan ekonomi hijau dunia. (T2)
