InfoSAWIT, JAKARTA — India dan Tiongkok, dua pasar terbesar minyak sawit dunia, masih menjadikan Indonesia sebagai pemasok utama komoditas ini sepanjang tahun 2024. Namun, nilai ekspor dari Indonesia ke kedua negara tersebut tercatat menurun dibandingkan tahun sebelumnya, seiring perubahan harga global dan dinamika pasar minyak nabati dunia.
Menurut data World’s Top Exports – Palm Oil Imports by Country (2024) yang dikutip InfoSAWIT, Kamis (30/10/2025), total impor minyak sawit India pada 2024 mencapai US$8,65 miliar, hanya turun tipis -1,5% dibandingkan tahun 2023 senilai US$8,8 miliar. Dari total itu, Indonesia masih memegang posisi teratas dengan nilai ekspor sebesar US$4,3 miliar, meski turun -5,7% dibanding tahun sebelumnya.
Malaysia menempati posisi kedua dengan nilai US$2,7 miliar, tumbuh 10,8%, diikuti Thailand dengan US$712,9 juta (turun -8,9%) dan Singapura US$597,3 juta (naik 5,5%). Peningkatan paling tajam dicatatkan oleh Filipina yang melonjak 46,7%, meski volumenya relatif kecil, hanya US$41,9 juta.
BACA JUGA: Laba TLDN Melejit 110% di 2025, Manfaatkan Momentum Kenaikan Harga Sawit
Sementara itu, beberapa negara mengalami penurunan signifikan dalam ekspor sawit ke India, seperti Uni Emirat Arab (-84,8%), Bangladesh (-83,2%), Nepal (-50,5%), dan Papua Nugini (-30,8%).
Secara keseluruhan, 15 negara pemasok utama menyumbang 99,99% dari total impor sawit India tahun 2024.
Tiongkok: Impor Sawit Turun Tajam 33,7%
Berbeda dengan India, impor minyak sawit Tiongkok mengalami penurunan yang cukup dalam. Sepanjang 2024, Tiongkok mengimpor sawit senilai US$3,4 miliar, turun -33,7% dari tahun sebelumnya yang mencapai US$5,1 miliar.
BACA JUGA: GAPKI Fokus pada Efisiensi dan Inovasi Teknologi, Produksi Sawit Nasional Naik 13%
Indonesia tetap menjadi pemasok terbesar, dengan nilai ekspor mencapai US$2,2 miliar, meski turun drastis -42,3% dari 2023. Malaysia berada di posisi kedua dengan US$1,1 miliar (turun -6,6%).
Sementara itu, beberapa negara Asia Tenggara justru mencatat pertumbuhan signifikan. Filipina, misalnya, mencatat lonjakan ekspor hingga 365,2%, disusul Myanmar (44,2%) dan Thailand (6,2%).
