Empat Dekade Perkebunan Sawit: Dari 294 Ribu Hektar Jadi 16,8 Juta Hektar, Pertumbuhan Kini Mulai Melandai

oleh -4.062 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. SawitFest 2021/foto: Fitra Yogi/Ilustrasi Perkebunan Kelapa Sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA — Perjalanan panjang industri kelapa sawit Indonesia mencatat ekspansi luar biasa dalam empat dekade terakhir. Data Outlook Kelapa Sawit 2024 yang diterbitkan oleh Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian, Kementerian Pertanian (Kementan), menunjukkan bahwa sejak 1980 hingga 2024, luas areal perkebunan sawit nasional terus meningkat tajam sebelum akhirnya mulai stagnan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 1980, luas areal kelapa sawit Indonesia tercatat hanya 294,56 ribu hektar. Namun empat dekade kemudian, angka tersebut melonjak lebih dari 49 kali lipat menjadi 14,59 juta hektar pada 2020, dan berdasarkan hasil pendataan tematik bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) pada 2021, luasnya telah mencapai 16,83 juta hektar.

 

Dari Ekspansi ke Evaluasi

Peningkatan masif ini tak lepas dari gencarnya ekspansi perkebunan sebelum krisis moneter 1998. Dalam periode 1980–1998, laju pertumbuhan luas kebun sawit mencapai 15,07% per tahun, menjadikannya salah satu komoditas dengan ekspansi tercepat di Asia Tenggara.

BACA JUGA: Ujian HAM di Balik Kilau Sawit Indonesia

Pertumbuhan paling pesat terjadi di perkebunan rakyat (PR) dan perkebunan besar swasta (PBS), masing-masing meningkat 44,78% dan 20,51% per tahun, sedangkan perkebunan besar negara (PBN) hanya tumbuh 6,18% per tahun.

Namun, setelah krisis moneter, laju pertumbuhan mulai melandai. Periode 1998–2017 hanya mencatat kenaikan 6,34% per tahun, dan dalam sepuluh tahun terakhir (2015–2024), laju ekspansi menurun lebih jauh menjadi 4,90% per tahun.

 

Pengendalian dan Kebijakan Moratorium

Perubahan tren ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mulai menekankan aspek keberlanjutan dan penertiban izin lahan. Melalui Instruksi Presiden (Inpres) No. 18 Tahun 2018, pemerintah memerintahkan moratorium pembukaan kebun sawit baru serta evaluasi izin pelepasan kawasan hutan selama tiga tahun, dimulai sejak September 2018.

BACA JUGA: POPSI dan BPDP Dorong Pengembangan Sawit Berkelanjutan di Daerah 3T, Kapuas Hulu Jadi Contoh Nyata

Kebijakan tersebut kemudian diperpanjang, dengan pelaksanaan pengawasan dan evaluasi dilakukan oleh berbagai instansi, termasuk Kementerian Pertanian dan BIG. Sejak 2019, BIG melakukan pemutakhiran peta tutupan kebun kelapa sawit skala 1:50.000, dan pada 2023 hasilnya menunjukkan luas lahan sawit nasional relatif stagnan di angka 16,83 juta hektar.

Seiring upaya penataan dan digitalisasi data lahan sawit, pemerintah juga memperkenalkan kategori Luas yang Akan Dikonfirmasi (LAD), yaitu areal sawit yang belum terverifikasi secara administratif di tingkat provinsi. Pada 2021, LAD mencapai 2,21 juta hektar, namun angka ini diperkirakan turun drastis menjadi 1,07 juta hektar pada 2024—menandakan kemajuan signifikan dalam pemetaan dan validasi data lahan.

 

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com