InfoSAWIT, PALANGKA RAYA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat komitmen menuju tata kelola sawit berkelanjutan. Salah satunya melalui Pelatihan Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) tingkat provinsi yang resmi dibuka oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Prov. Kalteng, Herson B. Aden, mewakili Plt. Sekretaris Daerah, di Aula BPSDM Kalteng, Selasa lalu.
Dalam sambutan tertulis Plt. Sekda yang dibacakan Herson, disebutkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata kolaborasi strategis antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Dinas Perkebunan, dunia usaha, lembaga pelatihan, serta masyarakat sebagai penerima manfaat langsung.
“Kegiatan ini menjadi contoh sinergi multipihak yang berorientasi pada hasil. Pemerintah hadir tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga sebagai mitra dalam memperkuat kapasitas pekebun,” ujar Herson.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Oktober 2025 Turun Rp 70,29 per Kilogram
Ia menegaskan, sertifikasi ISPO kini menjadi fondasi penting agar perkebunan sawit rakyat di Kalimantan Tengah mampu bersaing di pasar global.
“Sertifikasi ISPO bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan dan strategi unggulan. Melalui ISPO, kita memperkuat daya saing, memperluas akses pasar, serta memastikan pengelolaan yang legal, transparan, berkelanjutan, dan berkeadilan,” tegasnya dilansir InfoSAWIT dari Pemprov Kalteng, Sabtu (8/11/2025).
Lebih lanjut, Herson berharap pelatihan ini menjadi langkah awal untuk meningkatkan pemahaman petani mengenai prinsip dan kriteria ISPO, memperkuat kelembagaan pekebun, memperjelas legalitas lahan dan administrasi usaha tani, serta membangun budaya tata kelola perkebunan yang ramah lingkungan.
Ia menekankan, pelatihan ini tidak berhenti pada teori semata.
BACA JUGA: Petani Sawit Swadaya Dorong Insentif Berkelanjutan, FORTASBI Minta Dukungan Pembeli Kredit RSPO
“Pemerintah Provinsi akan terus mengawal proses pendampingan hingga terbitnya sertifikat ISPO. Kita ingin pelatihan ini benar-benar berbuah hasil nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Prov. Kalteng, Rizky R. Badjuri, menjelaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi pekebun dalam menerapkan standar ISPO, sekaligus mendorong percepatan penerbitan sertifikat.
“Dengan sertifikasi ISPO, pekebun tidak hanya patuh terhadap regulasi, tetapi juga memiliki legitimasi usaha yang lebih kuat dan peluang pasar yang lebih luas,” kata Rizky.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Oktober 2025 Turun Rp 4,31 per Kg
Kegiatan ini turut dihadiri secara virtual oleh Direktur Jenderal Perkebunan beserta jajaran Direktorat Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, serta dihadiri langsung oleh Direktur PT Titian Karsa Mandiri, Warsito, para narasumber, fasilitator, pendamping teknis, dan para peserta dari Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Lamandau.
Melalui pelatihan ini, pemerintah berharap semakin banyak pekebun rakyat di Kalteng yang siap bersaing secara global melalui praktik perkebunan yang berkelanjutan, berintegritas, dan berdaya saing tinggi. (T2)
