Edy Martono: Industri Sawit Indonesia Terbukti Tangguh, Kini Saatnya Bertransformasi Menuju Sawit Berkelanjutan Global

oleh -4.242 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edy Martono.

InfoSAWIT, NUSA DUA – Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Edy Martono, saat memberikan pidato pembukaan pada Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2025 and Price Outlook 2026 di Nusa Dua, Bali, Kamis (13/11/2025), dengan semangat optimisme dan pesan kuat tentang ketahanan serta arah baru industri sawit nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Dalam sambutannya, Edy menegaskan bahwa selama dua dekade terakhir, IPOC telah berkembang menjadi forum global paling bergengsi bagi pelaku industri sawit dunia. “Kami bangga melihat partisipasi yang semakin luas—mulai dari pemerintah, pelaku korporasi, akademisi, hingga mitra internasional. Ini bukti nyata vitalitas industri sawit Indonesia,” ujarnya pada acara tersebut dihadiri InfoSAWIT, Kamis (13/11/2025).

Edy menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Indonesia dan para pemangku kepentingan global yang terus memberikan dukungan terhadap penguatan tata kelola sawit berkelanjutan. “Dukungan ini menjadi sinyal kuat bahwa industri sawit bukan sekadar urusan ekonomi, tetapi juga bagian dari pembangunan global yang inklusif,” kata Edy.

BACA JUGA: Mahasiswa dari 35 Perguruan Tinggi Adu Inovasi di Hackathon Sawit Nasional 2025, Ini Para Pemenangnya

 

Kinerja Industri Sawit Tetap Kuat

Dalam paparannya, Edy menguraikan sejumlah capaian penting. Hingga September 2025, produksi minyak sawit Indonesia mencapai 43 juta ton, meningkat 11% dibanding tahun lalu. Sementara ekspor minyak sawit dan produk turunannya mencapai lebih dari 25 juta ton, memberikan devisa sebesar US$ 27,3 miliar, atau naik 40% dari tahun sebelumnya.

Konsumsi domestik juga meningkat menjadi 18,5 juta ton, mencerminkan peran sawit yang semakin besar dalam memenuhi kebutuhan energi nasional melalui program biodiesel. “Angka-angka ini bukan sekadar data, tapi bukti ketahanan industri sawit di tengah kompleksitas kebijakan global dan fluktuasi pasar,” tegasnya.

Edy juga menyinggung dinamika kebijakan internasional, terutama regulasi baru seperti EU Deforestation Regulation (EUDR) yang menuntut kepatuhan tinggi terhadap aspek keberlanjutan. “Kita harus mampu menjawab tantangan ini dengan kesiapan dan strategi cerdas,” ujarnya. “Bukan hanya mematuhi, tetapi membuktikan bahwa minyak sawit Indonesia bisa menjadi gold standard untuk keberlanjutan dunia.”

BACA JUGA: Ketua Panitia IPOC 2025: Dua Dekade Menyatukan Komunitas Sawit Dunia

GAPKI, kata Edy, mendorong sinergi lintas lembaga, termasuk dengan Kementerian Pertanian, Badan Emisi Karbon, dan komunitas riset, untuk memperkuat sertifikasi, produktivitas petani, serta diplomasi sawit di tingkat global.

 

Inovasi dan Kolaborasi Anak Negeri

Dalam kesempatan itu, Edy juga mengutarakan semangat generasi muda dalam mendorong inovasi industri sawit. Salah satunya adalah Hackathon Sawit Nasional 2025, merupakan kompetisi inovasi digital berskala nasional yang diikuti 139 tim mahasiswa dari 35 universitas di Indonesia, yang menghasilkan gagasan-gagasan brilian berbasis teknologi.

Salah satu pemenang mengembangkan teknologi deteksi dini hama Ganoderma menggunakan machine learning—inovasi yang disebut Edy sebagai “terobosan besar menuju perkebunan sawit berkelanjutan.”

BACA JUGA: Sintang Mantapkan Arah Pembangunan Sawit Berkelanjutan Lewat Rencana Aksi 2025–2029

Selain itu, GAPKI juga meluncurkan inisiatif kolaboratif dengan lembaga penelitian dalam dan luar negeri, termasuk Tanzania Agricultural Research Institute (TARI), untuk memperkuat produktivitas sawit melalui pendekatan biologis dan efisiensi pemupukan. “Program ini sudah berjalan di beberapa wilayah dan menunjukkan hasil menjanjikan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Edy menegaskan pentingnya kebijakan nasional yang berpihak pada inovasi dan produktivitas berkelanjutan. “Kita tidak bisa menggerakkan masa depan dengan mesin dari masa lalu. Diperlukan smart policy yang adaptif terhadap perubahan global,” katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan industri sawit Indonesia tidak hanya bergantung pada pelaku besar, tetapi juga petani, peneliti, dan komunitas lokal yang menjadi ujung tombak produksi. “Kita bukan sekadar produsen minyak sawit dunia. Kita adalah penggerak ekonomi hijau yang membawa energi, keberlanjutan, dan kebanggaan bangsa,” pungkasnya. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com