Biodegradable Nursery Bag: Si Pengendali Ganoderma yang Memunculkan Pertanyaan Baru

oleh -3.448 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Roy Hendroko Setyobudi – Dosen UMM.

Menyoal Klaim “Terurai Sempurna”

Hasil penelitian kami secara langsung menyanggah klaim bahwa BNB “terurai sempurna”.
BNB berbahan polimer serat sintetis. Ia tidak benar-benar hilang, tetapi pecah —fragmentasi menjadi partikel mikroplastik bahkan nanoplastik berbentuk serat—yang kemudian masuk ke bibit.

Fenomena ini mirip teh atau kopi celup: kita meminum minumannya, tetapi partikel plastik dari kantong teh ikut lumer. Atau seperti gelas kertas berlapis plastik yang melepaskan serpihan mikroplastik ketika terkena air panas.

Pertanyaannya, apakah peruraian menjadi mikroplastik dapat disebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan praktik agronomi yang bertanggung jawab?, Saya kira ini perlu direnungkan bersama.

BACA JUGA: Pajak Berganda Sawit, Ketika Perisai Petani Menjadi Beban Baru

 

Media Coco Peat Pun Tak Luput dari Cemaran

Terkait klaim bahwa coco peat menghilangkan risiko patogen Ganoderma, saya sepakat.
Namun temuan kami menunjukkan hal lain: coco peat sangat mungkin telah terkontaminasi MP, diduga karena pencampuran dengan pupuk organik selama proses produksi.

Temuan ini sejalan dengan riset MP pada benih kentang UMM. Saat benih hasil kultur jaringan dipindah ke rumah kaca dan menggunakan media coco peat yang dicampur feses kambing serta arang sekam, kontaminasi MP meningkat tajam.

Penelitian ini juga telah dipublikasikan di:

BACA JUGA: Pemprov Gorontalo Kebut Tindak Lanjut Rekomendasi KPK Soal Tata Kelola Sawit

  • Bio Web of Conference 104 (00036), 2024
  • Environmental Quality Management Vol. 34(2- e70001), 2024
  • Bioresource Technology Reports Vol. 31(102199), 2025

 

Ke Depan: Perkebunan Sawit Harus Kurangi Ketergantungan pada Plastik

Menghindari mikroplastik sepenuhnya memang sulit. Ia disebut “the new emerging indelible ubiquitous pollutant”—polutan baru yang tidak terurai, dan tersebar di mana-mana. Namun industri sawit tetap perlu meminimalkan penggunaan bahan plastik, termasuk polybag dan BNB berbahan serat sintetis.

UMM sedang mengembangkan pot dan polybag berbahan serat sabut kelapa, batang pisang, dan bambu. Teknologi ini masih butuh penyempurnaan, tetapi setidaknya menjadi arah baru yang lebih ramah lingkungan.

BACA JUGA: Munculnya Denda Sawit

Namun persoalan tidak berhenti di polybag. Bibit-bibit kelapa sawit, pada akhirnya, akan tumbuh di alam terbuka dan menerima “hujan mikroplastik”—fenomena yang kini viral dibahas di media mainstream, TV,  hingga TikTok.

Tentang “hujan mikroplastik” ini, mari kita bahas di lain kesempatan. (*)

Oleh: Roy Hendroko Setyobudi – Dosen UMM

Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com