Menyoal Klaim “Terurai Sempurna”
Hasil penelitian kami secara langsung menyanggah klaim bahwa BNB “terurai sempurna”.
BNB berbahan polimer serat sintetis. Ia tidak benar-benar hilang, tetapi pecah —fragmentasi menjadi partikel mikroplastik bahkan nanoplastik berbentuk serat—yang kemudian masuk ke bibit.
Fenomena ini mirip teh atau kopi celup: kita meminum minumannya, tetapi partikel plastik dari kantong teh ikut lumer. Atau seperti gelas kertas berlapis plastik yang melepaskan serpihan mikroplastik ketika terkena air panas.
Pertanyaannya, apakah peruraian menjadi mikroplastik dapat disebut sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan praktik agronomi yang bertanggung jawab?, Saya kira ini perlu direnungkan bersama.
BACA JUGA: Pajak Berganda Sawit, Ketika Perisai Petani Menjadi Beban Baru
Media Coco Peat Pun Tak Luput dari Cemaran
Terkait klaim bahwa coco peat menghilangkan risiko patogen Ganoderma, saya sepakat.
Namun temuan kami menunjukkan hal lain: coco peat sangat mungkin telah terkontaminasi MP, diduga karena pencampuran dengan pupuk organik selama proses produksi.
Temuan ini sejalan dengan riset MP pada benih kentang UMM. Saat benih hasil kultur jaringan dipindah ke rumah kaca dan menggunakan media coco peat yang dicampur feses kambing serta arang sekam, kontaminasi MP meningkat tajam.
Penelitian ini juga telah dipublikasikan di:
BACA JUGA: Pemprov Gorontalo Kebut Tindak Lanjut Rekomendasi KPK Soal Tata Kelola Sawit
- Bio Web of Conference 104 (00036), 2024
- Environmental Quality Management Vol. 34(2- e70001), 2024
- Bioresource Technology Reports Vol. 31(102199), 2025
Ke Depan: Perkebunan Sawit Harus Kurangi Ketergantungan pada Plastik
Menghindari mikroplastik sepenuhnya memang sulit. Ia disebut “the new emerging indelible ubiquitous pollutant”—polutan baru yang tidak terurai, dan tersebar di mana-mana. Namun industri sawit tetap perlu meminimalkan penggunaan bahan plastik, termasuk polybag dan BNB berbahan serat sintetis.
UMM sedang mengembangkan pot dan polybag berbahan serat sabut kelapa, batang pisang, dan bambu. Teknologi ini masih butuh penyempurnaan, tetapi setidaknya menjadi arah baru yang lebih ramah lingkungan.
BACA JUGA: Munculnya Denda Sawit
Namun persoalan tidak berhenti di polybag. Bibit-bibit kelapa sawit, pada akhirnya, akan tumbuh di alam terbuka dan menerima “hujan mikroplastik”—fenomena yang kini viral dibahas di media mainstream, TV, hingga TikTok.
Tentang “hujan mikroplastik” ini, mari kita bahas di lain kesempatan. (*)
Oleh: Roy Hendroko Setyobudi – Dosen UMM
Disclaimer: Artikel merupakan pendapat pribadi, dan sepenuhnya menjadi tanggungjawab penulis serta tidak ada kaitannya dengan InfoSAWIT.
