InfoSAWIT, JAKARTA – Pada sebuah acara seminar nasional petani sawit di Kalimantan, perhatian saya tertuju pada sebuah tulisan pendek dari seorang pakar dalam sebuah lembaga profesi, Ia mengulas tentang “Pengendalian Ganoderma dan Pencegahan Pembibitan dengan Biodegradable Nursery Bag (BNB)”. Sebuah tulisan yang menarik, terutama karena Ganoderma sejak lama menjadi “momok” dalam budidaya kelapa sawit.
Sang pakar merekomendasikan pengendalian dini penyakit tersebut menggunakan BNB. Ia memaparkan delapan butir keunggulan BNB—beberapa di antaranya cukup meyakinkan.
Namun ada dua poin yang ingin saya tanggapi, terutama butir ke-7 yang menyatakan bahwa bio bag terurai sempurna dalam 8–10 bulan, sejalan dengan prinsip keberlanjutan. Juga butir ke-4, yang menyebut bahwa penggunaan coco peat sebagai media tanam mampu mengurangi risiko terbawanya patogen Ganoderma.
Berangkat dari Pengalaman Lapangan dan Riset Mikroplastik
Tanggapan ini saya dasarkan pada dua hal:
- pengalaman pribadi meneliti sepuluh bibit kelapa sawit berumur 2–3 bulan yang ditanam menggunakan BNB dan saya terima pada Februari 2024;
- kapasitas saya sebagai peneliti mikroplastik (MP) di Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).
Ketertarikan saya terhadap bibit sawit berangkat dari temuan UMM yang dipublikasikan InfoSAWIT pada 16–17 Mei 2025. Saat itu, kami melaporkan bahwa 33 merek minyak goreng yang beredar di Indonesia telah tercemar mikroplastik. Tidak hanya minyak goreng, tetapi juga gorengan yang dijual di sudut-sudut Kota Malang.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Senin (1/12), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Lesu
Temuan tersebut telah terbit di jurnal internasional:
- Bio Web of Conference No. 104 (00037), 2024
- Sarhad Journal of Agriculture No. 39 (Spesial Issue 1): 198-207, 2025
Sebagai peneliti, wajar bila saya bertanya: di mana sebenarnya jejak awal mikroplastik itu muncul? Apakah di pembibitan? Apakah ia turun sebagai “hujan mikroplastik” di kebun? Atau justru di proses refinery dan kemasan minyak goreng?
Mikroplastik Ditemukan di Daun, Batang, Akar, dan Coco Peat
Jawaban kami dapatkan melalui pengamatan menggunakan mikroskop cahaya (40–100×).
Hasilnya cukup mengejutkan, daun dan batang kecil bibit sawit usia tiga bulan sudah tercemar mikroplastik. Akar—lebih parah lagi, ditemukan MP dalam jumlah sangat banyak. Dan media coco peat, tempat bibit tumbuh, juga mengandung MP berkategori tinggi.
BACA JUGA: Wisuda Poltek CWE: Meneguhkan Karakter Tanggap, Tanggon, Trengginas
Temuan ini muncul berulang, karena setiap bulan kami mengambil dua BNB untuk dianalisis, dan tingkat kontaminasi MP terus meningkat, terutama di coco peat.
Hasil sementara riset ini telah saya presentasikan dalam makalah “Microplastic debris on Seed: A Call for Research”, pada konferensi internasional di Peshawar, Pakistan, 26 April 2024.
Sayangnya, riset ini tidak berlanjut karena keterbatasan biaya dan tenaga di UMM. Meski, saya telah melakukan uji agen bioremediasi di BNB —seperti di benih kentang produksi UMM (Sarhad Journal of Agriculture No. 39 (Spesial Issue 1): 171-184, 2025).
