InfoSAWIT, BEKASI – Politeknik Kelapa Sawit CWE kembali melahirkan generasi profesional sawit. Dalam wisuda Program Sarjana Terapan ke-3 dan Ahli Madya ke-17, sebanyak 166 lulusan dikukuhkan, siap terjun membawa perubahan di dunia perkebunan kelapa sawit.
Aula Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi (Poltek CWE) dipenuhi suasana haru sekaligus bangga. Sebanyak 166 mahasiswa resmi dikukuhkan sebagai wisudawan Program Sarjana Terapan ke-3 dan Ahli Madya ke-17, Sabtu (27/9) siang. Momen sakral ini menjadi tonggak baru dalam perjalanan hidup mereka, meninggalkan status mahasiswa menuju fase kehidupan yang lebih menantang.
Dalam sambutannya, Direktur Poltek CWE, St. Nugroho Kristono, menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir, melainkan awal pengabdian yang lebih luas. “Prosesi ini menjadi tanda keberhasilan Anda melewati satu fase kehidupan, dan kini bersiap menghadapi fase berikutnya sebagai insan otonom,” ucapnya.
BACA JUGA: Produksi Sawit Turun Tajam pada September 2025, Ekspor Merosot, Stok Kembali Menebal
Dari total lulusan, 42 orang berasal dari Program Studi D3 Budidaya Perkebunan Kelapa Sawit, 48 dari D3 Pengolahan Hasil Perkebunan, 41 dari D3 Manajemen Logistik, serta 35 dari D4 Teknologi Produksi Tanaman Perkebunan. Sebanyak 58 wisudawan berhasil meraih predikat cum laude, bukti kualitas akademik yang konsisten terjaga.
Nugroho juga menekankan pentingnya peran alumni dalam pengembangan kebun rakyat. Ia berharap banyak lulusan yang kembali ke kebun keluarga untuk menerapkan ilmu yang didapat, baik dalam pengelolaan maupun kelembagaan pekebun.
“Alumni bisa menjadi pendamping dan penyuluh yang mendukung peremajaan sawit rakyat, penguatan kelembagaan, hingga sertifikasi ISPO,” jelasnya saat memberikan sambutan pada Acara Wisuda Program Sarjana Terapan ke-3 dan Ahli Madya ke-17 tahun ajaran 2024/2025, dihadiri InfoSAWIT, di Bekasi, akhir September 2025 lalu.
Menghadapi kompleksitas industri sawit, Poltek CWE membekali mahasiswa dengan karakter khas: Tanggap, Tanggon, Trengginas. Dimana Tanggap adalah kepekaan, adaptasi, dan kemampuan memberikan solusi nyata.
Lantas, Tanggon, merupakan mental kuat, dedikasi, dan semangat berkelanjutan. Serta Trengginas, yakni ketangkasan, kecepatan, dan ketepatan dalam bertindak.
“Ketiga nilai ini saling melengkapi, membentuk integritas serta kepemimpinan profesional sawit yang dibutuhkan industri,” tegas Nugroho. (*)
