Petani Sawit Swadaya Perkuat Mitigasi Iklim, FORTASBI Dorong Praktik Rendah Karbon

oleh -1.914 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/ Selama 2025 ini, FORTASBI terus meningkatkan kapasitas anggota dengan berbagai pelatihan pertanian regeneratif, Training of Trainers (ToT) Karbon serta pelatihan terhadap ratusan petani.

InfoSAWIT, YOGYAKARTA – Perubahan iklim semakin nyata terasa dan mulai menimbulkan tantangan berat bagi petani sawit swadaya. Pola hujan yang tidak menentu, kekeringan yang lebih panjang, hingga meningkatnya serangan hama dan penyakit membuat masa depan perkebunan rakyat kian berisiko. Dalam kondisi tersebut, keberlanjutan, adaptasi, dan upaya mitigasi menjadi kunci untuk menjaga produktivitas dan ketahanan kebun.

Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) mencatat bahwa sepanjang 2025, organisasi ini telah menaungi 60 kelompok petani sawit swadaya yang memiliki komitmen ganda: meningkatkan produktivitas sekaligus menerapkan praktik perkebunan berkelanjutan. Langkah tersebut dianggap sebagai fondasi penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim di lapangan.

Diansir InfoSAWIT dari Fortasbi, Selasa (9/12/2025), untuk memperkuat mitigasi, FORTASBI secara konsisten meningkatkan kapasitas anggotanya. Sepanjang tahun ini, berbagai pelatihan telah digelar, mulai dari pertanian regeneratif, Training of Trainers (ToT) Karbon, hingga edukasi perhitungan jejak karbon dan pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) bagi ratusan petani. Semua inisiatif tersebut diarahkan agar petani mampu mempraktikkan pengelolaan kebun rendah karbon.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Senin (8/12), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Tertekan

Di sisi lain, sertifikasi keberlanjutan juga menjadi fokus penting. Selain menjadi standar praktik bertani yang baik, sertifikasi turut memperkuat upaya penyelamatan iklim melalui pengelolaan kebun yang lebih efisien dan bertanggung jawab.

Mitigasi iklim bukan sekadar slogan bagi petani swadaya. Mereka telah menerapkan praktik konkret seperti intensifikasi lahan untuk menghindari perluasan kebun, penggunaan pupuk organik dari tandan kosong dan kotoran hewan, penanaman tanaman pengaya, rehabilitasi area bernilai konservasi tinggi, pengelolaan lahan gambut yang lebih bijak, hingga pembibitan dan penanaman pohon untuk menyerap karbon.

Serangkaian upaya tersebut kini menjadi bagian dari kerja-kerja berdampak yang diusung FORTASBI bersama para petani bersertifikat, menuju produksi tandan buah segar (TBS) yang lebih rendah emisi.

BACA JUGA: Pemerintah Hentikan Operasional Tiga Perusahaan di Hulu Batang Toru, Audit Lingkungan Wajib Dimulai

Bagi FORTASBI, mitigasi perubahan iklim adalah gerakan kolektif yang hanya dapat berhasil melalui kolaborasi. Bukan sekadar tugas individu, tetapi komitmen bersama untuk memastikan kebun sawit swadaya tetap produktif, berkelanjutan, dan tangguh menghadapi perubahan iklim. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com