Petani Sawit Swadaya Indragiri Hulu Tembus Standar Dunia, APSSI Raih Sertifikasi RSPO Predikat Zero NC

oleh -2.958 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. APSSI untuk InfoSAWIT/ APSSI resmi mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan predikat Zero Non-Compliance (Zero NC).

InfoSAWIT, INDRAGIRI HULU – Kiprah petani sawit swadaya dari daerah kembali mencuri perhatian dunia. Asosiasi Petani Sawit Swadaya Indragiri (APSSI) resmi mengantongi sertifikasi Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan predikat Zero Non-Compliance (Zero NC). Capaian ini menegaskan komitmen petani lokal Indragiri Hulu dalam menerapkan praktik kelapa sawit berkelanjutan yang diakui secara global.

Proses sertifikasi tersebut diperoleh setelah APSSI melewati audit ketat selama empat hari, pada 16–20 Agustus 2025. Tahapan audit mencakup pemeriksaan dokumen, wawancara mendalam dengan petani anggota, hingga konsultasi publik yang melibatkan Dinas Lingkungan Hidup serta pemerintah desa di wilayah sekitar kebun.

Sebanyak 338 petani terlibat langsung dalam proses ini, dengan total luasan lahan mencapai 610 hektare. Areal perkebunan tersebar di Kecamatan Rakit Kulim dan Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu. Ke depan, APSSI juga merencanakan pengembangan keanggotaan dan wilayah kebun di Kecamatan Kelayang.

BACA JUGA: MPOC Perkirakan Harga CPO Bergerak Terbatas pada Januari 2026, Stok Tinggi Menekan Pasar

Direktur APSSI, Yazid Fauzi, menyebut pencapaian tersebut sebagai buah dari kerja kolektif yang dibangun secara konsisten. “Ini adalah hasil kerja sama tim yang dijalankan selama kurang lebih dua tahun terakhir. Sertifikasi RSPO menjadi langkah penting bagi kami untuk memperoleh legitimasi standar global kelapa sawit,” ujar Yazid kepada InfoSAWIT, Sabtu (20/12/2025). Ia menambahkan, keberadaan APSSI diharapkan terus memberi manfaat nyata bagi petani dan masyarakat sekitar.

Perjalanan menuju sertifikasi tidak singkat. Proses diawali dengan pendataan serta pemetaan lahan petani, dilanjutkan dengan pembekalan pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) dan Best Management Practices (BMP) melalui metode sekolah lapang. Sebelum audit eksternal, APSSI juga melaksanakan audit internal terhadap sekitar 50 persen petani yang telah menyatakan komitmen penuh.

Pendampingan dalam proses ini turut melibatkan Widya Erti Indonesia. Perwakilannya, Sutoyo, menegaskan bahwa sertifikasi RSPO bukanlah akhir perjalanan. “Sertifikasi ini bukan titik henti, melainkan awal menuju capaian yang lebih besar. Kami akan terus mendampingi petani agar praktik sawit berkelanjutan benar-benar terjaga,” tegasnya.

BACA JUGA: GAPKI: Produksi dan Ekspor Sawit Melonjak di Oktober 2025, Biodiesel Jadi Penopang Utama

Tak berhenti pada standar internasional, APSSI juga menatap kewajiban nasional. Asosiasi ini berencana melanjutkan langkah dengan mengikuti sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sebagai bentuk kepatuhan terhadap regulasi pemerintah.

Dengan mengantongi sertifikasi berkelanjutan, para petani sawit swadaya diharapkan memperoleh kepastian pasar, akses terhadap bibit unggul, serta dukungan sarana dan prasarana pertanian. Dalam jangka panjang, langkah ini diyakini mampu mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi petani sawit di Indragiri Hulu. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com