InfoSAWIT, JAKARTA — Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah dalam memerangi perampokan kekayaan negara saat menghadiri penyerahan hasil penyelamatan keuangan negara senilai lebih dari Rp6,6 triliun dari kerja Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) di Kejaksaan Agung, Rabu (24/12/2025).
Dalam pidatonya, Prabowo menyebut momen tersebut sebagai kehormatan sekaligus kebahagiaan pribadi. Menurutnya, dana triliunan rupiah yang berhasil diselamatkan merupakan hasil kerja keras lintas lembaga sejak Satgas PKH dibentuk pada 21 Januari 2025, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025.
“Ini adalah hasil nyata dari kerja keras saudara-saudara semua. Rp6,6 triliun ini bukan angka kecil, tetapi saya tegaskan, ini baru ujungnya,” kata Prabowo di hadapan jajaran penegak hukum dan kementerian terkait, dipantau InfoSAWIT, Rabu (24/12/2025).
BACA JUGA: Harga Sawit Bergerak Datar, Ringgit Perkasa Tahan Kenaikan Minyak Nabati Pesaing
Presiden mengungkapkan, Satgas PKH juga telah menguasai kembali lebih dari 4 juta hektare kawasan hutan yang selama bertahun-tahun berada dalam kondisi tidak tertib, melanggar undang-undang, serta dimanfaatkan secara ilegal oleh korporasi maupun pihak-pihak tertentu. Ia menekankan bahwa proses tersebut bukan pekerjaan mudah, mengingat luas wilayah dan beragamnya perlawanan di lapangan.
“Saya tahu saudara-saudara bekerja di medan yang sulit, jauh dari sorotan media dan kamera. Ada perlawanan, ada upaya menghambat verifikasi, bahkan ada rakyat yang dihasut oleh preman bayaran. Tapi saudara tetap bekerja, karena cinta kepada bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.
Prabowo menyampaikan terima kasih secara khusus kepada unsur Kejaksaan, Polri, TNI, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, BPKP, serta seluruh lembaga yang terlibat dalam Satgas PKH. Ia menegaskan bahwa sejak awal masa jabatannya, dirinya telah bertekad melawan praktik perampokan kekayaan negara yang telah berlangsung belasan bahkan puluhan tahun.
BACA JUGA: Pasal 33, Sawit, dan Batas Kuasa Negara
“Begitu saya dilantik, saya bertekad melawan perampokan kekayaan negara oleh siapa pun, di mana pun. Jangan ragu, jangan pandang bulu, jangan mau dilobi. Selamatkan kekayaan negara—itu tugas kita,” tegasnya.
Presiden juga menyinggung potensi kerugian negara yang jauh lebih besar jika seluruh pelanggaran dihitung secara menyeluruh. Menurutnya, denda yang seharusnya dibayarkan bisa mencapai ratusan triliun rupiah. “Ada yang bandel, menganggap sepele. Hari ini kita buktikan, dan kita akan terus buktikan bahwa negara tidak main-main,” katanya.
Ia lalu memberi ilustrasi konkret manfaat dana yang telah diselamatkan. Dengan Rp6,6 triliun, pemerintah bisa merenovasi sekitar 6.000 sekolah, membangun 100 ribu rumah hunian tetap bagi pengungsi, atau menutup kebutuhan pajak dan penanganan bencana di berbagai daerah. “Ini uang rakyat. Ini darah bagi tubuh negara,” ujarnya.
BACA JUGA: Bencana, Jangan Salahkan Komoditasnya
Dalam nada reflektif, Prabowo mengibaratkan negara seperti tubuh manusia, di mana kekayaan negara adalah darah. Jika terus bocor akibat korupsi, manipulasi laporan, dan praktik under-invoicing, maka negara akan melemah. Karena itu, ia mengaku tidak gentar menghadapi tekanan, fitnah, maupun kritik.
“Saya dipilih oleh rakyat Indonesia. Kehormatan bagi saya untuk membela kebenaran dan rakyat. Tahun 2026, saya pastikan kita akan mengambil langkah-langkah yang lebih berani lagi,” ucapnya.
Menutup pidatonya, Presiden menyemangati seluruh anggota Satgas PKH dan aparat penegak hukum agar tidak menyerah. Ia menyebut mereka sebagai patriot dan ujung tombak perjuangan menegakkan keadilan serta melindungi hutan dan kekayaan Indonesia.
“Kita berada di jalan yang benar, jalan yang mulia. Rakyat mendukung kita, mendoakan kita. Jangan gentar, jangan ragu. Atas nama rakyat Indonesia, saya ucapkan terima kasih,” pungkas Prabowo. (T2)
