InfoSAWIT, JAKARTA — Kinerja ekspor minyak sawit Indonesia sepanjang 2025 mencatatkan tren positif. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekspor minyak sawit mentah dan minyak sawit olahan Indonesia mencapai 23,61 juta metrik ton, atau meningkat 9,09% secara volume dibandingkan tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dirilis BPS pada Senin, nilai ekspor minyak sawit tersebut tercatat mencapai US$ 24,42 miliar, mencerminkan peran strategis komoditas sawit dalam menopang kinerja perdagangan luar negeri nasional.
Namun demikian, BPS menegaskan bahwa angka ekspor tersebut tidak mencakup produk turunan sawit lainnya, seperti minyak inti sawit (palm kernel oil), oleokimia, serta biodiesel. Dengan demikian, data yang disampaikan lebih merepresentasikan kinerja ekspor minyak sawit mentah dan olahan utama.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Januari 2026 Naik Rp. 31,01/Kg
Di sisi lain, Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) biasanya merilis data ekspor sawit tersendiri pada periode berikutnya. Data yang disampaikan GAPKI umumnya mencakup cakupan produk yang lebih luas, termasuk berbagai turunan sawit, sehingga angka ekspor versi asosiasi kerap berbeda dengan data resmi BPS.
Perbedaan metodologi dan cakupan produk ini menjadi hal yang lazim dalam pelaporan industri sawit, sekaligus memberikan gambaran lebih komprehensif mengenai kontribusi sektor kelapa sawit terhadap perekonomian nasional. (T2)
