InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) ditetapkan Rp. 15.125/kg pada Senin (2/2/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 100/kg atau turun sekitar 0,66% dibandingkan harga CPO pada Jumat (30/1/2026) yang mencapai Rp. 15.225/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai ditetapkan Rp. 15.125/Kg.
Harga crude palm oil (CPO) kembali menguat dan mencapai level tertinggi dalam lebih dari tiga bulan terakhir. Kenaikan ini didorong oleh penguatan harga minyak nabati pesaing, ekspektasi penurunan produksi di negara produsen utama, serta prospek ekspor yang dinilai membaik.
BACA JUGA: Surplus Perdagangan Indonesia Desember 2025 Tembus US$ 2,52 Miliar, Ekspor Sawit dan Nikel Menguat
Menurut Platts, yang merupakan bagian dari S&P Global Energy, CPO FOB Indonesia untuk pengapalan Februari dinilai sebesar US$1.115 per metrik ton (mt) pada 28 Januari. Angka tersebut naik US$5/mt dibandingkan hari sebelumnya dan melonjak 4,45% secara bulanan. Terakhir kali harga berada di atas level ini terjadi pada 21 Oktober 2025, saat menyentuh US$1.122,5/mt.
Meski harga menguat, kenaikan tersebut justru menahan minat beli jangka pendek. Sejumlah pembeli memilih bersikap menunggu perkembangan selanjutnya.
“Minat pembelian menurun seiring kenaikan harga,” ujar seorang pedagang berbasis di India. Namun demikian, ia menambahkan bahwa pembeli India masih belum sepenuhnya mengamankan pasokan untuk Februari dan Maret. “Permintaan diperkirakan akan kembali muncul ketika harga terkoreksi dari level saat ini,” katanya.
BACA JUGA: Ekspor Minyak Sawit Indonesia 2025 Naik 9,09%, Volume Capai 23,61 Juta Ton
Di sisi lain, selisih harga antara pengapalan Februari dan Maret FOB Indonesia melebar hingga US$30/mt. Untuk pengapalan Maret, harga CPO dinilai mencapai US$1.145/mt.
“Harga Indonesia melonjak karena antisipasi kenaikan pajak pada Maret,” ungkap seorang eksportir berbasis di Indonesia.
