AS-India Rampungkan Kesepakatan Dagang: Tarif Dipangkas, Pasar Pertanian Terbuka Secara Selektif

oleh -1.217 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi Perkebunan Kedelai.

InfoSAWIT, WASHINGTON — Pemerintahan Presiden Donald Trump resmi mengumumkan terjalinnya kesepakatan perdagangan strategis dengan Pemerintah India yang diperkirakan akan merombak lanskap hubungan dagang kedua negara. Pengumuman tersebut disampaikan setelah pembicaraan intens yang menitikberatkan pada penurunan tarif dan pelemahan hambatan pasar—meskipun India tetap mempertahankan perlindungan di beberapa sektor agrikultur domestik.

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Rabu (4/2/2026), dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa tarif impor Amerika atas sebagian besar barang industri asal India akan diturunkan drastis menjadi 18% dari sebelumnya 50%, mencerminkan langkah de-eskalasi dari ketegangan tarif yang sempat memuncak sepanjang 2025. Langkah ini sekaligus membatalkan tarif hukuman yang dibebankan atas pembelian minyak Rusia oleh India di masa lalu.

Sementara itu, India sepakat menurunkan atau bahkan menghapus bea masuk untuk berbagai produk industri dan konsumer asal AS, termasuk kacang pohon, anggur, minuman keras, buah, dan sayuran. Kesepakatan ini membuka peluang ekspansi produk AS di pasar India—negara dengan lebih dari satu miliar konsumen.

BACA JUGA: Dua Panggung, Satu Pertaruhan Sawit

Namun, akses pasar agrikultur India tidak sepenuhnya terbuka. New Delhi akan mempertahankan sejumlah proteksi impor untuk komoditas sensitif seperti beras, susu, gula, dan kedelai, yang selama ini menjadi sektor domestik penting. Negosiasi berlanjut untuk memperluas akses AS ke sub-segmen pertanian tersebut, tetapi tidak semua komitmen terejawantah dalam teks awal kesepakatan.

Kesepakatan yang diumumkan juga mencakup komitmen India untuk mengurangi secara bertahap pembelian minyak mentah dari Rusia dan menggantinya dengan impor energi dari Amerika Serikat dan negara lain seperti Venezuela, mencerminkan pergeseran strategi energi New Delhi dalam konteks geopolitik global.

Meski detail rinci masih dalam proses finalisasi dan teks resmi masih disusun, para analis menyebut langkah ini sebagai terobosan penting dalam hubungan ekonomi bilateral—mengakhiri fase ketegangan tarif, sekaligus memperluas penetrasi produk AS di pasar India.

BACA JUGA: B20 Bidik Bandara, Malaysia Uji Coba Perluasan Biodiesel Sawit di KLIA

Para pelaku pasar menilai kesepakatan ini akan memberikan angin segar bagi ekspor India ke AS setelah sebelumnya terhambat oleh tarif tinggi. Langkah ini juga dipandang akan membuka peluang bagi produk agrikultur dan industri dari kedua negara untuk bersaing lebih sehat di pasar global, meskipun tantangan proteksi domestik masih menjadi fokus pembicaraan lanjutan. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com