Saham Emiten Sawit Rame-Rame Melemah, SMAR dan STAA Pimpin Koreksi

oleh -4.942 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Pergerakan saham emiten perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan terbaru menunjukkan tren yang cenderung melemah, pada Jumat (13/3/2026).

InfoSAWIT, JAKARTA – Pergerakan saham emiten perkebunan kelapa sawit di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan terbaru menunjukkan tren yang cenderung melemah. Sejumlah saham perusahaan sawit tercatat mengalami koreksi harga, meskipun beberapa emiten masih mampu mempertahankan kinerja stabil.

Berdasarkan pantauan InfoSAWIT dari Google Finance, Jumat (13/3/2026), saham PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) menjadi salah satu yang mengalami penurunan terbesar dengan koreksi Rp150 atau sekitar 2,75% ke level Rp5.300 per saham.

Penurunan juga terjadi pada saham PT Sumber Tani Agung Resources Tbk (STAA) yang turun Rp35 atau sekitar 2,79% menjadi Rp1.220 per saham.

BACA JUGA: BPDP Tambah Kuota Beasiswa Sawit 2026, Targetkan 5.000 Mahasiswa Baru

Sementara itu, saham PT Teladan Prima Agro Tbk (TLDN) tercatat melemah Rp15 atau 2,33% menjadi Rp630 per saham. Saham PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) juga terkoreksi Rp25 atau sekitar 1,45% ke posisi Rp1.700 per saham.

 

Beberapa Saham Masih Stabil

Di tengah tekanan tersebut, sejumlah saham emiten sawit masih menunjukkan pergerakan yang relatif stabil. Saham PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) tercatat berada di level Rp7.250 per saham tanpa perubahan pada perdagangan terakhir.

Sementara saham PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) tercatat turun tipis 0,98% menjadi Rp1.510 per saham, dan saham PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP) melemah 0,39% ke posisi Rp1.290 per saham.

BACA JUGA: GAPKI: Legalitas Petani, Hambatan Replanting, dan Risiko Logistik Timur Tengah Jadi Tantangan Industri Sawit

Adapun saham PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) juga terkoreksi 0,85% menjadi Rp585 per saham.

 

Pulau Subur Menguat

Di tengah mayoritas saham sawit yang melemah, saham PT Pulau Subur Tbk (PTPS) justru mencatat kenaikan tipis sebesar Rp1 atau sekitar 0,53% ke level Rp190 per saham.

Pergerakan beragam saham emiten sawit ini mencerminkan dinamika pasar yang masih dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga minyak sawit mentah (CPO) global, kondisi ekonomi global, hingga sentimen pasar terhadap sektor komoditas.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Pada Jumat (13/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Pelaku pasar diperkirakan masih akan mencermati perkembangan harga CPO serta dinamika permintaan global yang menjadi faktor utama dalam menentukan arah pergerakan saham-saham sektor perkebunan dalam waktu dekat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com