Perjanjian Dagang Sementara India–AS Siap Berlaku April 2026, Tarif Minyak Kedelai Ikut Dipangkas

oleh -1.103 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi minyak kedelai.

InfoSAWIT, NEW DELHI – Pemerintah India dan Amerika Serikat diperkirakan akan mulai mengimplementasikan perjanjian perdagangan sementara (interim trade agreement) pada April 2026, sebagai langkah awal menuju kesepakatan dagang bilateral yang lebih komprehensif di masa depan.

Menurut India Times, sebagaimana dipublikasikan secara daring oleh InfoSAWIT, Selasa (24/2/2206), Menteri Perdagangan dan Industri India Piyush Goyal menyatakan bahwa negosiator kedua negara dijadwalkan bertemu di Amerika Serikat mulai 23 Februari selama tiga hari untuk merampungkan teks hukum dari kesepakatan interim tersebut.

Kerangka kerja perjanjian sementara ini mencakup penurunan tarif untuk sejumlah produk tertentu, peningkatan perdagangan energi, serta perluasan kerja sama ekonomi antara kedua negara. Dalam skema tersebut, Amerika Serikat disebut akan menurunkan tarif timbal balik terhadap produk India dari 25% menjadi 18%.

BACA JUGA: Polemik HGU Menjadi “Sandungan” Investasi Sawit

Sebagai bagian dari kesepakatan, India juga berkomitmen untuk mengimpor barang asal AS senilai US$500 miliar dalam lima tahun ke depan. Komoditas yang masuk dalam daftar mencakup minyak dan gas, batu bara kokas, pesawat dan suku cadang, logam mulia, hingga produk teknologi maju seperti unit pemrosesan grafis (GPU) yang digunakan dalam kecerdasan buatan dan pusat data.

 

Produk Pertanian Termasuk Minyak Kedelai

Sebagai imbal balik, India akan menurunkan atau menghapus tarif pada sejumlah produk industri dan pertanian asal AS, termasuk dried distillers’ grains, sorgum merah, kacang pohon, buah segar dan olahan, minyak kedelai, serta minuman beralkohol.

Meski demikian, AS tetap akan mempertahankan tarif sebesar 18% untuk sebagian besar impor dari India, mencakup tekstil, produk kulit, alas kaki, plastik, bahan kimia organik, dekorasi rumah, hingga mesin tertentu.

BACA JUGA: UNJA–YIARI Jalin Kerja Sama Integrasi Sawit dan Tanaman Pangan untuk Optimalisasi Lahan

Kesepakatan ini juga membuka peluang akses pasar yang lebih luas bagi sektor pertanian India, perikanan, serta pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah ke pasar AS yang bernilai sekitar US$30 triliun.

Dalam perkembangan lanjutan, pemerintah AS turut merevisi dokumen resmi terkait kesepakatan tersebut dengan menghapus beberapa referensi sebelumnya, termasuk istilah “certain pulses” dari daftar produk AS yang akan mendapatkan penurunan tarif di India.

Dokumen terbaru kini merujuk secara lebih umum pada produk industri dan pertanian AS yang akan memperoleh akses tarif lebih rendah, termasuk minyak kedelai—yang berpotensi berdampak pada dinamika perdagangan minyak nabati global. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com