Produksi Kedelai Brasil Direvisi Turun, Cuaca Buruk di Rio Grande do Sul Tekan Hasil Panen

oleh -575 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi perkebunan kedelai.

InfoSAWIT, SAO PAULO – Dua lembaga konsultan pertanian terkemuka memangkas proyeksi produksi kedelai Brasil musim 2025/2026 setelah kerugian hasil akibat cuaca buruk di negara bagian Rio Grande do Sul membebani total produksi nasional.

Dilansir InfoSAWIT dari Reuters, Rabu (4/3/2026), revisi tersebut dilakukan oleh AgRural dan StoneX yang menilai dampak kekeringan dan ketidakteraturan hujan di wilayah selatan Brasil mulai terlihat signifikan terhadap performa panen.

 

AgRural: Produksi Dipangkas Jadi 178 Juta Ton

AgRural memperkirakan produksi kedelai Brasil musim 2025/2026 mencapai 178 juta metrik ton, turun dari estimasi sebelumnya sebesar 181 juta ton. Penurunan ini terutama disebabkan oleh kehilangan hasil akibat kekeringan di Rio Grande do Sul.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Selasa (3/3), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Menguat Tertinggi

Meski demikian, AgRural menyebutkan bahwa penurunan tersebut sebagian tertutupi oleh produktivitas yang lebih tinggi di negara bagian lain, khususnya Mato Grosso sebagai sentra utama produksi kedelai Brasil.

Hingga Kamis pekan lalu, petani Brasil telah memanen sekitar 39% dari total area tanam kedelai. Angka ini meningkat 9 poin persentase dibandingkan pekan sebelumnya, namun masih tertinggal dari capaian 50% pada periode yang sama tahun lalu.

AgRural juga mencatat bahwa laju panen saat ini merupakan yang paling lambat sejak musim 2020/2021.

BACA JUGA: Bengkulu Targetkan Replanting Sawit 3.500 Hektare pada 2026, Fokus Dongkrak Produktivitas Petani

 

StoneX: Tetap Rekor Meski Direvisi Turun

Sementara itu, StoneX memperkirakan produksi kedelai Brasil musim 2025/2026 mencapai 177,8 juta ton, atau 2,1% lebih rendah dari proyeksi sebelumnya.

Kendati direvisi turun, angka tersebut masih berpotensi mencatatkan rekor produksi tertinggi sepanjang sejarah.

Spesialis intelijen pasar StoneX, Ana Luiza Lodi, mengatakan gangguan cuaca menjadi faktor utama penyesuaian proyeksi tersebut.

BACA JUGA: Kementan Ajak Media Perkuat Narasi Positif, Sawit Jadi Pilar Indonesia Menuju Negara Agraris Adidaya

“Masalah cuaca telah menyebabkan sejumlah kerusakan pada tanaman, terutama di Rio Grande do Sul, di mana hujan datang terlambat dan cukup tidak merata,” ujarnya.

StoneX juga membuka kemungkinan adanya revisi lanjutan dalam beberapa pekan ke depan, mengingat siklus tanam kedelai di Rio Grande do Sul berlangsung lebih lambat dibandingkan negara bagian lainnya.

Revisi proyeksi produksi kedelai Brasil ini menjadi perhatian pasar global, mengingat negara tersebut merupakan salah satu produsen dan eksportir kedelai terbesar dunia. Perubahan output Brasil berpotensi memengaruhi keseimbangan pasokan minyak nabati global, termasuk dinamika harga minyak sawit di pasar internasional. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com